KUNINGAN, (FC).- Genap satu tahun memimpin Kabupaten Kuningan, Bupati Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani memaparkan capaian kinerja sekaligus pekerjaan rumah (PR) pembangunan daerah dalam agenda refleksi satu tahun kepemimpinan di Aula Pendopo Kabupaten, Senin (17/2).
Refleksi dikemas dengan konsep kearifan lokal, menampilkan pentas Teater Sado yang mengangkat perjalanan dan capaian program pemerintah daerah, peluncuran lagu “Kuningan Melesat” lengkap dengan koreografi, serta penayangan video kilas balik kinerja tahun pertama.
Momentum tersebut menandai satu tahun perjalanan visi Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh) sejak pasangan Dian-Tuti mulai menjabat pada 20 Februari 2025.
Dalam paparannya, Bupati Dian menyebut tahun pertama diwarnai tantangan fiskal cukup berat. Pemerintah daerah menghadapi pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp111 miliar, gagal salur Dana Bagi Hasil (DBH) Rp78 miliar, serta capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal.
Meski begitu, Pemkab menerapkan rasionalisasi dan efisiensi anggaran perangkat daerah secara ketat dengan memprioritaskan belanja untuk kebutuhan dasar masyarakat, infrastruktur, dan penguatan sektor ekonomi riil.
“Pembangunan yang sehat dimulai dengan kondisi fiskal yang kuat,” tegas Dian.
Pemkab Kuningan juga mencatat penyelesaian tunda bayar sebesar Rp96,7 miliar pada September 2025 atau lebih cepat dari jadwal. Tahun anggaran 2025 pun ditutup tanpa tunda bayar dan gagal bayar.
Dari sisi infrastruktur, anggaran Rp53 miliar digelontorkan untuk perbaikan 153 ruas jalan di berbagai wilayah. Pemerintah daerah menilai pembangunan jalan berdampak langsung terhadap akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Pada indikator makro, angka kemiskinan dilaporkan turun menjadi 10,74 persen atau sekitar 12.160 warga keluar dari garis kemiskinan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 7,59 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan III tercatat mencapai 9,11 persen dan disebut menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Barat.
Transformasi birokrasi juga diarahkan pada digitalisasi layanan publik. Berdasarkan survei Jamparing Research, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemkab Kuningan mencapai 88,84 persen.
Meski memaparkan berbagai capaian, Dian menegaskan masih terdapat sejumlah PR besar, terutama peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan kapasitas fiskal daerah.
Ia juga membuka ruang kritik dan masukan dari masyarakat.
“Integritas moral menuntut kami berani mengakui di mana langkah yang tersandung. Kami mohon maaf atas pelayanan yang belum sempurna dan terbuka terhadap saran,” ujarnya.
Sepanjang 2025, Pemkab Kuningan juga meraih sejumlah penghargaan tingkat provinsi dan nasional di bidang keterbukaan informasi, pembinaan BUMD, pengendalian inflasi, ketahanan pangan, hingga layanan administrasi kependudukan.
Menutup refleksi, Dian menyebut capaian setahun terakhir merupakan hasil kerja kolektif jajaran pemerintah, Forkopimda, dan masyarakat.
“Satu tahun ini baru langkah awal. Perjalanan masih panjang, dan kami mengajak seluruh elemen masyarakat berjalan bersama mewujudkan Kuningan yang lebih tangguh dan berdaya saing,” katanya.(Angga)












































































































Discussion about this post