KUNINGAN, (FC).- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon mendukung pembangunan pariwisata digital di Kabupaten Kuningan. Bentuk dukungan BI ini khususnya dari sisi sistem pembayaran non tunai.
Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Hermawan Novianto mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kuningan
Hal tersebut disampaikan Hermawan saat menjadi salah satu pemateri pada acara Forum Group Discussion (FGD) bertema “Ngawangun Wisata Kuningan Ku Digital” yang digelar Harian Umum Fajar Cirebon, Rabu (24/5).
“Bagi teman-teman pegiat-pegiat ekonomi kreatif dan pariwisata, dari BI siap kalau misalkan setelah acara ini nanti akan ada tindaklanjut, memfasilitasi teman-teman membangun pariwisata digital dari sistem pembayarannya,” kata Hermawan
Dalam kesempatan acara ini, Hermawan lebih banyak memaparkan dari sisi ekonomi keuangan digital.
Dengan QRIS, lanjut Hermawan, proses transaksi dapat menjadi lebih mudah, cepat, aman dan handal.
“Nanti kita akan fasilitasi dengan penyedia jasa pembayaran bank maupun non bank. Ada sekitar 20 bank dan 18 non bank. Nanti kita fasilitasi kalau teman-teman ingin membuka kanal pembayaran,” tambah Hermawan
Acara webinar pariwisata yang dikemas dalam format FGD ini digelar secara hybrid (off air dan on air).
Baca Juga: Kemenparekraf: Bangkitkan Ekonomi dengan 3G
Untuk off air, acara berlangsung di Ruang Rapat Linggarjati Setda Kabupaten Kuningan, yang juga dihadiri sejumlah pengusaha pariwisata dan ekonomi kreatif serta beberapa kepala dinas terkait.
Sedangkan acara on air atau virtual melalui live streaming Channel Youtube Fajar Cirebon dan aplikasi Zoom.
Acara yang digelar bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Kabupaten Kuningan ini menghadirkan narasumber Bupati Kuningan, Acep Permana dan Menperekraf Sandiaga Uno.
Terkait dengan digitalisasi pariwisata, lebih lanjut Hermawan memaparkan manfaat penggunaan uang elektronik bagi pengunjung obyek wisata.
Dengan membawa uang tunai, kata Hermawan, penggunaannya akan terbatas pada isi dompet. Berbeda halnya jika menggunakan uang elektronik atau M-Banking.
“Jadi dari orang-orang yang berwisata akan tidak terbatas dari sisi keuangannya, beda dengan yang uang tunai,” kata Hermawan. (Andriyana)















































































































Discussion about this post