KUNINGAN, (FC).- Pemda Kabupaten Kuningan melalui Perusahaan Umum Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) telah menghadirkan sebuah aplikasi wisata digital bernama jaramba.id.
Direktur PDAU Kuningan, Nana Sutisna mengenalkan aplikasi jaramba.id itu pada acara Forum Group Discuddion (FGD) “Ngawangun Wisata Kuningan Ku Digital” yang digelar secara virtual, Rabu (24/5).
Destinasi wisata di Kuningan bakal makin populer dan mudah diakses lewat aplikasi digital berbasis web ini.
Saat ini, aplikasi jaramba.id masih dalam tahap uji coba. Dari 142 jumlah obyek wisata di Kabupaten Kuningan, jaramba.id baru baru menampilkan 7 obyek wisata.
Tujuh obyek wisata tyersebut, yakni Telaga Remis, Talaga Nilem, Cipaniis Singkup, Leuweung Monyet Cibereum, Balong Dalem, Balong Cigugur, dan Waduk Darma.
Direktur PDAU Kuningan Nana Sutisna menegaskan, kehadiran jaramba.id menjadi bagian strategi membangkitkan kembali pariwisata Kuningan yang terpuruk di tengah pandemi.
Baca Juga: Acep Sepakat Pengelolaan Wisata dengan Aplikasi
“Pariwisata kita hari ini turun sampai 70 persen. Jumlah kunjungan juga turun 72 persen. Ini sesuatu hal yang strategis, sangat penting sekali dan mendorong terciptanya kunjungan yang banyak,” ungkapnya.
Di era pandemi, lanjut Nana, pengunjung obyek wisata semakin cerdas memilih obyek wisata yang betul-betul menerapkan standar CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environmental Sustainability).
“Pada masa pandemi yang early euphoria ini melahirkan pengunjung yang cerdas. Maka terhadap tempat pariwisata yang sudah disertifikasi itulah yang nanti akan menjadi booming,” tukasnya.
Aplikasi yang menyajikan sistem informasi wisata yang terintegrasi ini, disebut juga Safe Traveller atau Smart Tourism.

“Self traveller ini akan menjadi sangat penting sekali di dalam terobosan untuk memasarkan kembali bisnis pariwisata,” ujar Nana pada acara FGD yang digelar Harian Umum Fajar Cirebon bekerjasama dengan Kemenparekraf dan Pemkab Kuningan serta Bank Indonesia ini.
Dijelaskan, pada aplikasi jaramba.id ini terdapat fitur yang menampilkan city directory. Lewat aplikasi ini, pengunjung juga bisa memesan tiket melalui pembayaran non tunai.
“Pada saat kita masuk ke city directory maka akan tergambarlah disana hotel, resto dan seterusnya, termasuk obyek-obyek wisata. Kita membangun sistem yang terintegrasi,” paparnya
Selain jaramda.id, PDAU juga membangun dua platform digital yang mendukung eduwisata, yaitu dukatif dan edutainment.
“Mudah-mudahan ini bisa memfasilitasi menjadi bagian strategi kita di dalam mendorong terhadap pertumbuhan pariwisata yang hari ini drop sampai 70 persen,” ungkapnya.
Terkait aplikasi wisata ini, pihaknya juga membutuhkan dukungan regulasi baik dari Disporapar maupun Bappeda Kuningan.
Tak hanya itu, PDAU juga membutuhkan dukungan kesiapan dari obyek-obyek wisata khususnya berkaitan dengan standarisasi CHSE. Dukungan infrastruktur pada obyek-obyek wisata juga tak kalah penting.
“Kita sangat berhati-hati sekali dalam mengaplikasikan jaramba, dukatif, dan edutainment karena kita belum bisa didukung oleh softructur dan hardstructure. Kalau kita bicara tentang sistem pengelolaan obyek wisata, maka ada prasyarat-prasyarat minimalnya. Saya sebut sebagai hardscturturenya, Jalannya, hotelnya, restonya,” ungkapnya.
Acara webinar pariwisata yang dikemas dalam format FGD ini digelar secara hybrid (off air dan on air).
Untuk off air, acara berlangsung di Ruang Rapat Linggarjati Setda Kabupaten Kuningan, yang juga dihadiri sejumlah pengusaha pariwisata dan ekonomi kreatif serta beberapa kepala dinas terkait.
Sedangkan acara on air atau virtual melalui live streaming Channel Youtube Fajar Cirebon dan aplikasi Zoom.
FGD Ngawangun Wisata Kuningan Ku Digital ini menghadirkan narasumber Menparekraf Sandiaga Uno, Bupati Kuningan, Acep Permana, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Hermawan Novianto, serta pengusaha obyek wisata Jonatun Umbara. (Andriyana)














































































































Discussion about this post