KOTA CIREBON, (FC).- Dalam rangka mengisi Hari Kebangkitan Nasional 2022 dan memperingati proses awal lahirnya Pancasila ke-77 tahun, Dewan Pengururs Daerah Persatuan Ummat Islam (DPD PUI Kota Cirebon) menyelenggarakan panel diskusi, dengan tema “Peran Pelajar Kota Cirebon dalam Mewujudkan Generasi Emas Tahun 2045”. Demikian dikatakan A. Halim Falatehan di Kantor DPD PUI Kota Cirebon Minggu (29/5).
Dikatakan Halim Falatehan, tujuan workshop meningkatnya wawasan pelajar Cirebon dalam mengahadapi terwujudnya generasi emas tahun 2045, serta tersusunnya upaya prioritas peran pelajar dalam menyongsong terwujudnya generasi emas tahun 2045.
Dijelaskan Halim Falatehan, berdasarkan Sensus Penduduk 2020 penduduk Indonesia 270,2 juta terdiri dari 9,78% penduduk lansia, 70,72% penduduk produktif (usia 15-64 tahun), dan sisanya 19,58% anak-anak bangsa berusia 0-15 tahun. Yang terakhir (sekitar 53 juta) pada tahun 2045 akan berusia 25-45 tahun.
Mereka adalah generasi penerus yang akan menerima estafet warisan dari generasi sebelumnya dan melanjutkan amanat pengelolaan NKRI yang didirikan para pendiri (founding father) tahun 1945 berdasar Pancasila.
Khusus dalam mempersiapkan terwujudnya generasi emas di Kota Cirebon, dari jumlah penduduk 336.860 jiwa (BPS 2021) maka generasi saat ini yang berusia bayi (usia SMP) yang nantinya akan berusia 45 tahunan sejumlah 80.510 jiwa (23,9%) harus menjadi perhatian khusus terutama pendidikannya oleh generasi produktif saat ini, disamping memberikan pelayanan terhadap 21.540 jiwa (16,58%) usia lansia, dan 234.820 jiwa (69,70%) usia produktif.
Generasi yang diharapkan itu sesuai tujuan pendidikan nasional adalah bangsa Indonesia yang menghayati, dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU Sisdiknas pasal 2 dan 3).
Mereka diharapkan menjadi generasi unggul, berkarakter, menang bersaing menghadapi bangsa maju lainnya. “Pada saat itu melalui kerja keras terencana dan berkesinambungan dicapai secara nasional minimal rata-rata lama sekolah 12 tahun, APK Perguruan Tinggi 60%, dan Angkatan kerja lulusan menengah mencapai 90%,” kata Halim Falatehan.
“Generasi emas tidak terwujud tanpa usaha dan perjuangan sungguh-sungguh dan kerja keras terencana berkesinambungan, terutama kesiapan pelajar saat ini yang pada tahun 2045 berusia sekitar 40-45 tahun, perlu bimbingan orang tua dan guru di sekolahnya.” Tegas Halim Falatehan
Workshop dilaksanakan tanggal 31 Mei 2022 di gedung lantai 3 SMK PUI Kota Cirebon jalan A. Yani 5 Kota Cirebon. Penyelenggara adalah panitia yang diangkat oleh DPD PUI Kota Cirebon.
Bertindak selaku pembicara utama (keynote speaker) Ibu Wakil Walikota Cirebon, dan nara sumber Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar u.p KCD X Disdik Prov. Jabar, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, pembahas dan perumus kepala sekolah yang mewakili Kepala SMA, MA, SMK, SMP, dan MTs di Kota Cirebon. Moderator Pengawas Pembina SMK PUI Kota Cirebon.
Peserta workshop adalah pelajar ketua OSIS SMA, MA, SMK dan SMP/ MTs di Kota Cirebon dan sekitar batas kota, terdiri dari SMA Negeri dan Swasta 27 siswa/siswi, SMK Negeri dan Swasta 28 siswa/siswi, MA Negeri dan Swasta 8 siswa/siswi, SMP Negeri dan Swasta 49 siswa/siswi, MTs Negeri dan Swasta 12 siswa / siswi serta SMP, MTs, SMA, SMK, dan MA Negeri dan Swasta di sekitar kecamatan berbatasan dengan Kota Cirebon. (rls)
















































































































Discussion about this post