KUNINGAN, (FC).- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan.
Melalui kerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Disdikbud menggelar kegiatan Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran melalui Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di lima gugus wilayah sekolah.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas penerapan teknologi informasi di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pelaksanaan pengimbasan dilakukan secara serentak pada 4 dan 6 November 2025, dengan melibatkan guru TIK dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Kuningan.
Lima gugus pelaksana kegiatan meliputi Cilimus, Kadugede, Luragung, Kuningan Kota, dan Ciawigebang, dengan dukungan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK serta peran aktif MKKS SMP di masing-masing wilayah.
Kepala Bidang SMP Disdikbud Kuningan, Abidin, melalui Kasi Sarana dan Prasarana SMP, Meylina Husniati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan digitalisasi sekolah yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Peralatan bantuan dari pemerintah pusat seperti Interactive Flat Panel ini harus benar-benar digunakan secara maksimal. Bukan sekadar pajangan, tapi dimanfaatkan dalam pembelajaran di berbagai mata pelajaran agar hasil belajar siswa semakin optimal,” ujarnya, kala dikonfirmasi, Selasa (11/11).
Lebih lanjut, Meylina menerangkan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan sembilan narasumber guru TIK yang telah mengikuti Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran di tingkat nasional.
“Para narasumber ini menjadi penggerak di lapangan. Mereka berbagi pengalaman tentang pengelolaan aset TIK, strategi penggunaan perangkat IFP di kelas, hingga penerapan kecerdasan buatan dan koding dalam pembelajaran,” jelasnya.
Disdikbud Kuningan juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pemanfaatan perangkat IFP di seluruh satuan pendidikan.
Setiap peserta kegiatan diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL), dan hasil implementasinya dipantau melalui Learning Management System (LMS) yang telah disediakan oleh Kemendikdasmen.
Melalui pengimbasan ini, Disdikbud berharap program digitalisasi sekolah tidak hanya berhenti pada distribusi perangkat, tetapi benar-benar mampu mengubah pola pembelajaran di ruang kelas.
“Kami ingin sekolah-sekolah di Kuningan tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan mutu dan kreativitas belajar siswa,” tambah Meylina.
Dengan perluasan program digitalisasi ini, Kabupaten Kuningan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah yang progresif dalam membangun ekosistem pendidikan digital.
Diharapkan, pemanfaatan Interactive Flat Panel dapat berjalan berkelanjutan dan memberi dampak positif terhadap peningkatan literasi, numerasi, serta kompetensi abad ke-21 bagi peserta didik di seluruh SMP di Kuningan. (Angga/FC)















































































































Discussion about this post