KUNINGAN, (FC).- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuningan Nuzul Rachdy menanggapi adanya celetukan mosi tidak percaya terhadap “Pimpinan Dewan” dalam menangani tunda bayar dari anggota DPRD Kuningan.
Kaitan usulan sejumlah Fraksi DPRD untuk menggelar Pansus Tunda Bayar, Zul sapaan akrab Ketua DPRD Kuningan mengaku sangat menghormati, karena Pansus adalah hak dari anggota maupun Fraksi.
“Namun Pansus itu kan ada proses, mulai dari usulan, kemudian kami terima, kemudian kami koordinasikan antar pimpinan, jadi ga usah terlalu dirisaukan, kalau memang harus dipansuskan, ya akan dilaksanakan, tapi ini kan ada yang menggebu – gebu, sedangkan tergesa – gesa itu tidak baik,” jelas Zul. Selasa (7/2).
Kemudian yang diusulkan adalah Pansus Tunda Bayar, lanjut Zul, pihaknya memberi kesempatan kepada eksekutif untuk menyampaikan progres dan jadwal penyelesaian hal tersebut.
“Saya berharap ruang itu digunakan oleh fraksi – fraksi. Karena yang menjadi bayang – bayang kita semua apakah tunda bayar ini bisa dibayar atau tidak, kalau Pemda sudah memberikan penjelasan kepada Pimpinan, Fraksi – Fraksi atau Banggar, ya jangan apriori, pelajari dulu progres dan jadwal dari eksekutif, saya tidak mengambat keinginan Pansus,” ungkap Zul.
Selain itu, Zul juga menyindir adanya anggota DPRD Kuningan yang menyatakan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPRD, dia menyebutkan bahwa pimpinan di DPRD ada 4 orang, yang bekerja kolektif kolegial kalau ada temen yang menyampaikan itu berarti dia juga tidak percaya kepada pimpinan mereka, logikanya kan begitu,” kata Zul.
Untuk itu Zul meminta agar semua anggota DPRD Kuningan harus menggunakan kepala dingin, karena secara formil pihaknya sudah mendisposisikan masalah itu di Sekeretariat DPRD. Jadi jangan punya prasangka kami mengulur – ulur masalah Pansus tersebut.
“Saya orang yang taat azas, taat aturan, taat organisasi, kalau memang harus Pansus kenapa tidak, Cuma jangan orang yang kebelet lah, santai – santai saja, jangan sedikit – dikit mosi, sedkit – dikit mosi, mosi kok sedikit – dikit, jangan digretak lah saya, pada saatnya terjadi ya terjadi,” ujar Zul.
DPRD itu, lanjut Zul, adalah unsur penyelenggara pemerintahan, jadi jangan memposisikan lawan dengan pemerintah, tapi kita sejalan. Dengan penjelasan dari Pemerintah (eksekutif) secara pribadi dirinya merasa sudah cukup dan tidak perlu ada Pansus.
“Infonya progress rabu besok sudah mulai ada pembayaran, jadi menurut saya tidak perlu ada Pansus, tapi saya tidak akan mempengaruhi pendapat anggota lainnya,” ungkap Zul. (Ali)

















































































































Discussion about this post