KAB. CIREBON, (FC).- Secara geografis, Desa di Kecamatan Susukan Lebak yaitu Desa Kaligawe Wetan berada dijalur buntu karena dikelilingi sungai. Untuk permudah akses antar desa dan kecamatan maka perlu adanya jembatan penghubung untuk membuka akses perekonomian dan akan membuka aspek lainnya di desa tersebut.
Kuwu Desa Kaligawe Wetan, Moch Asikin, kepada FC menjelaskan, Desanya berada paling ujung timur Kecamatan Susukanlebak, sebelah timur berbatasan dengan sungai, utara dengan sungai, selatan dengan areal sawah dan sebelah barat dengam Desa Kaligawe.
Di mana menjadi pintu akses masuk ke Desa Kaligawe Wetan, aktivitas masyarakat bila akan keluar desa hanya ada satu jalan melalui jembatan atara Desa Kaligawe dan Desa Susukan Agung Kecamatan Susukanlebak.
Dengan kondisi geografis seperti itu, pihaknya sangat kesulitan untuk melakukan pengembangan wilayah pemukiman masyarakat karena kondisi akses jakan yang buntu.
“Salah satu upaya untuk membuka akses semua sektor baik perekonomian, pertanian, pendidikan, dan lainnya, harus ada jembatan yang menghubungkan antar Desa Kaligawe Wetan dengan desa lain maupun wilayah lainnya,” terangnya, Minggu (22/5).
Ditambahkan Asikin, jembatan dimaksud nantinya ditempatkan di Blok Nambo Dusun 1, di mana lokasi tersebut sempat dibangun jembatan bailey milik TNI sebagai jembatan darurat ketika jembatan utama Susukan Agung – Kaligawe ambruk dan dibangun ulang Pemkab Cirebon beberapa tahun lalu, saat itu pihaknya berharap agar jembatan bailey tersebut tidak usah dibongkar sebagai jembatan kebutuhan masyarakat Desa Kaigawe Wetan, namun karena alasan jembatan pinjaman maka pihaknya hanya bisa pasrah.
Namun mengingat pentingnya jembatan tersebut, maka pihaknya mencoba mengajukan kepada pemerintah baik Pemkab Cirebon, Provinsi Jabar maupun pusat untuk dibangunkan jembatan permanen, tetapi tak kunjung mendapatkan tanggapan.
“Kurang lebih kami sudah melayangkan proposal permohonan pembangunan jembatan di lokasi tersebut, namun hingga saat ini permohonan tersebut tak pernah mendapatkan tanggapan apalagi realisasi,” ungkapnya.
Lanjut menurut Asikin, bila pengajuan permohonan pembangunan jembatan direalisasi, maka akan banyak pihak yang diuntungkan, bukan saja Desa Kaligawe Wetan, namun desa seberang yakni Desa Curug Wetan Kecamatan Susukanlebak juga akan menjadi hidup, kemudian Desa Blender dan Desa Seuseupan Kecamatan Karangwareng juga akan ikut merasakan dampak positif dari keberadaan jembatan tersebut.
Dijelaskannya, jembatan yang melintasi sungai Cimanis tersebut dibangun dengan panjang 30 meter dan lebar 7 meter sehingga akses baik roda dua maupun roda empat bisa melintas, dan akan menjadi akses perekonomian baru dari Desa Kaligawe Wetan dan desa sekitarnya.
“Kami yakin, bila sudah ada jembatan permanen di lokasi tersebut, lahan sekitar jembatan baik di Desa Kaligawe Wetan maupun di Desa Curug Wetan yang selama ini hanya menjadi lahan mati nantinya akan ada pemukiman baru bermunculan di sana,” pungkas Asikin. (Nawawi)















































































































Discussion about this post