KUNINGAN, (FC).- Pondok Pesantren Al Fattah, Desa Lengkong, Kecamatan dan Kabupaten Kuningan, menjadi ruang pertemuan gagasan kebangsaan saat kegiatan sharing informasi terkini dan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara digelar, Rabu (17/12).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka kunjungan reses H Rokhmat Ardiyan, Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Gerindra, sebagai upaya memperkuat nilai persatuan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat pesantren.
Didampingi H Aang Asy’ari, Lc selaku Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) dan Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Al Fattah, H Rokhmat Ardiyan atau disapa HRA menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kiai dan ulama yang selama ini berperan menjaga harmoni sosial dan keutuhan bangsa.
Ia menegaskan, pesantren dan ulama merupakan fondasi penting dalam membangun karakter generasi bangsa.
“Saya merasa bangga dan bersyukur bisa bertemu langsung dengan para kiai dan ulama. Ulama adalah penjaga benteng kedaulatan bangsa, suri teladan dalam kehidupan sosial, serta pemersatu umat yang menanamkan nilai akhlak dan karakter bagi masa depan Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri tokoh-tokoh keagamaan lintas organisasi, mulai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, LDII, hingga ulama dari berbagai kecamatan.
Kehadiran lintas elemen tersebut disebut sebagai cerminan nyata sinergi antara umara dan ulama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Diskusi hari ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk ikhtiar bersama agar nilai kebangsaan terus hidup di tengah masyarakat. Ketika umara dan ulama bersatu, bangsa ini akan kuat dan penuh keberkahan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Fattah, H Aang Asy’ari, Lc, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen wakil rakyat terhadap penguatan pendidikan pesantren di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, dukungan legislatif dan eksekutif menjadi energi penting bagi kemajuan dunia pendidikan.
“Beliau adalah kader terbaik yang mewakili Kuningan di DPR RI. Kami mendoakan semoga senantiasa diberi kelancaran dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Kuningan,” kata Aang.
Aang juga menegaskan bahwa Yayasan Al Fattah terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas melalui pengembangan kurikulum berbasis internasional.
Sistem boarding school yang diterapkan dinilai mampu bersaing dengan daerah lain di wilayah Jawa Barat.
“Al Fattah terus berinovasi. Dengan dukungan pemerintah dan potensi alam Kuningan yang luar biasa, kami optimistis pesantren di Kuningan mampu menjadi pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi berdaya saing global,” pungkasnya.(Angga)


















































































































Discussion about this post