Masih dikatakanya, pasar domba di wilayah Kecamatan Ligung ini sudah berdiri 7 tahun yang lalu. Sepanjang itu pula pasar domba ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh para palen domba ataupun warga sekitar.
“Namun sejak merebaknya kasus virus corona ditambah adanya edaran dari kepolisian terkait larangan berkumpul kumpul termasuk pelarangan adanya resepsi, pasar domba ini jadi sepi pengunjung,” pungkasnya.
Nada yang sama disampaikan pedagang makanan di sekitar pasar domba, dirinya sangat merasakan sekali adanya dampak dari penyebaran virus corona. Namun demikian dirinya berharap, langkah pemerintah dengan mengeluarkan himbauan agar masyarakat menghindari kerumuran demi mencegah penyebaran virus corona, dirinya sangat setuju.
“Mudah-mudahan badai virus corona cepat berlalu agar masyarakat kembali beraktivitas dan ekonomi masyarakat kembali normal,” ujar pemilik warung kopi bernama Eli.
Sepinya pengunjung dipasar domba, berbanding terbalik dengan pasar sandang yang ada di Desa Penjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya. Rupanya himbauan pemerintah terkait larangan untuk bergerombol dan menghindari tempat keramaian tidak diindahkan oleh para pedagang dan pembeli di pasar tersebut.
Faktanya, pada Kamis (26/3), pasar tersebut tetap ramai dikunjungi warga untuk berbelanja, tanpa mengindahkan himbauan dan memakai Aalat Pelindung Diri (APD). (Munadi)














































































































Discussion about this post