MAJALENGKA, (FC).- Guna mengendalikan adanya penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Majalengka, yang saat ini sudah mulai stabil, Polres Majalengka akan melakukan beberapa rencana terkait libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 mendatang.
Vaksinasi adalah salah satu upaya yang akan dilakukan selama libur akhir tahun itu.
Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi mengatakan, pengamanan akan difokuskan di objek wisata.
Hal itu seiring dengan prediksi adanya lonjakan kunjungan pada Nataru mendatang.
“Kita level 2, tingkat pengamanan yang kita lakukan yaitu pertama di objek wisata. Apabila jumlah pengunjung lebih dari 75 persen akan melakukan penutupan,” ujar Edwin, Rabu (22/12).
Selain pengamanan, jelas dia, di objek wisata juga akan dilakukan gerebek vaksin.
Hal itu untuk mempermudah pengunjung yang belum sempat melakukan vaksinasi.
“Kita juga akan melakukan vaksinasi di lokasi objek wisata bagi pengunjung yang belum di vaksin. Maka mereka diharuskan Vaksinasi, karena mulai 22 desember petugas vaksinasi sudah disiagakan di tempat tempat wisata,” ucapnya.
Terkait transportasi, Kapolres memastikan tidak akan ada penyekatan di beberapa titik perbatasan, khususnya Gerbang Tol Cipali.
Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pengecekan secara random terhadap pengguna yang keluar dari Gerbang Tol Kertajati dan Gerbang Tol Sumberjaya.
“Orang yang keluar dari Kertajati dan Sumberjaya, apabila orang tersebut belum vaksin, maka akan kita putar balikkan. Mudah-mudahan tidak ada yang terkonfirmasi,” ucap Kapolres.
Ditegaskannya, jelang libur nataru ini, tidak ada penyekatan, hanya random check yang dari Jakarta, atau plat nomor Jakarta yang kelihatan akan wisata.
Terkait pemberlakuan ganjil-genap di jalur menuju ODTW, Kapolres menjelaskan akan ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan.
Jika kunjungan membludak maka sistem tersebut kemungkinan akan dilakukan.
Terpisah seorang pengelola wisata di Kabupaten Majalengka, mendukung sepenuhnya langkah pemerintah yang akan menempatkan petugas nakes disetiap tempat objek wisata.
Hal ini agar para pengunjung atau wisatawan yang belum divaksin bisa mendapatkannya di tempat tempat wisata yang dikunjungi. “Saya sangat setuju sekali akan adanya petugas vaksin di tempat wisata. Karena dengan cara ini target capaian vaksinasi akan segera tercapai,” ujar Yosef Hendrawan pengelola wisata Cipanteun. (Munadi)












































































































Discussion about this post