KAB. CIREBON, (FC).- Anak Sungai Ciberes yang membentang dari Desa Ciuyah, Ambit hingga Waled Asem Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon mengalami pendangkalan cukup parah dan sudah terjadi hampir 15 tahun lamanya, sehingga berimbas kepada sering terjadinya banjir di wilayah tersebut.
Secercah kebahagiaan dirasakan masyarakat di sepanjang aliran anak Sungai Ciberes, pasalnya PSDA Provinsi Jawa Barat saat ini tengah melakukan normalisasi anak sungai Ciberes.
Kuwu Ambit, Najmi Eka Husada kepada FC Rabu (1/10) mengatakan, pendangkalan anak sungai Ciberes sudah terjadi hampir 15 tahun.
Adanya pendangkalan ini mengakibatkan beberapa desa yang dilintasi aliran anak sungai Ciberes kerap banjir yang cukup parah.
“Imbas pendangkalan banjir sering terjadi di saat hujan dengan intensitas tinggi,” katanya.
Dikatakannya, saat ini PSDA Provinsi Jawa Barat sedang melakukan normalisasi anak sungai Ciberes sepanjang 3500 meter, normalisasi tersebut, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap dari mulai dari Desa Ciuyah hingga Ambit.
“Baru sekitar 3500 meter panjang anak sungai Ciberes yang dilakukan pengerukan antara Ciuyah dan Ambit,” ungkapnya.
Dia menyebut, selain normalisasi sungai, keberadaan bangunan liar di atas aliran sungai pun turut ditertibkan. Mengingat saluran irigasi tersebut berfungsi untuk mengaliri lahan pertanian warga.
“Ke depan sebanyak 30 pedagang UMKM yang ada diatas irigasi akan kita tata agar bisa lebih baik lagi,” ungkapnya.
Sementara itu Camat Waled, Atat Hartati mengucapkan terimakasih kepada Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat atas perhatian dan kerjasamanya.
“Karena dengan normalisasi yang dilakukan PSDA, saluran tersebut bisa mengairi lahan pertanian, sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi pertanian di Kecamatan Waled,” ungkapnya.
Bahkan kata camat Atat, program ini akan berlanjut ke wilayah desa lain yang ada di Kecamatan Waled terutama di Desa Cibogo.
“Harapan saya agar program normalisasi ini bisa menunjang ketahanan pangan serta mensejahterakan petani di Kecamatan Waled.” pungkasnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post