INDRAMAYU, (FC).- Kebijakan Pemangkasan kuota ibadah haji musim haji 1443 H/2022 oleh Kerajaan Arab Saudi, berlaku juga di Kabupaten Indramayu. Pemangkasan kuota haji ini disebabkan karena masih pandemi Covid-19.
Di Kabupaten Indramayu misalnya, calon haji (calhaj) dipangkas menjadi 817 orang, dari kuota sebelumnya 1.773 orang. Atau sekitar 46 persen calhaj yang diberangkatkan.
“Selain memangkas kuota ibadah haji musim haji 1443 H/2022, kerajaan Arab Saudi juga membatasi usia calhaj. Usia maksimal yakni 65 tahun,” ungkap Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Kabupaten Indramayu, Wahyudin , Kamis (19/5).
Kebijakan pembatasan calon jama’ah haji yang diberangkatkan ini, menurutnya, belum bisa dipastikan sampai kapan normal kembali.
Adanya pembatasan itu, kata dia, pasangan suami istri (pasutri) yang salah satunya berusia diatas 65 tahun, akhirnya istrinya menunda pemberangkatan. Dari data yang ada, sambungnya, sekira 46 calhaj asal Indramayu menunda keberangakatannya.
Karena menunda keberangkatan maka kekosongannya diganti oleh nomor antrian berikutnya. “Ada 46 calhaj menunda keberangkatan karena mahram (suaminya) berusia diatas 65 tahun, sehingga istrinya memutuskan untuk menunda,” ujar dia.
Wahyudin tidak menampik, banyak calhaj yang kecewa karena dua tahun tidak ada pemberangkatan. Saat giliran ada pemberangkatan ada pengurangan serta pemangkasan calhaj.
“Mereka datang langsung ke kita, menanyakan hal itu, namun setelah diberi pemahaman mereka mengerti,” ujarnya.
Ia menyebutkan, karena pembatasan itu dari 1.773 orang kuota normal, ada sekitar 300 orang yang berusia diatas 65 tahun yang tidak bisa berangkat tahun ini.
Dikatakannya, dari 817 calhaj yang siap diberangkatkan pada musim haji 2022 diketahui ada tiga orang yang meninggal dunia. Porsi mereka digantikan oleh calhaj daftar cadangan.
Porsi mereka kata dia sebenarnya bisa digantikan oleh ahli warisnya namun tidak bisa diberangkatkan tahun ini, karena waktunya sudah mepet. Pemberangkatannya mungkin untuk musim haji tahun berikutnya. Alasannya karena banyak proses yang tertinggal. Sehingga digantikan oleh daftar cadangan. Daftar cadangan yang ada tercatat sebanyak 163 orang.
“Persiapan saat ini, bikin pra manifest untuk keberangkatan calhaj dan konfirmasi pelunasan jamaah. Konfirmasi pelunasan akhir sampai tanggal 20 Mei. Pelunasan calhaj di Indramayu sudah 99 persen,” sebutnya.
Setelah pelunasan, sambungnya akan diadakan bimbingan manasik haji bagi calon haji sebanyak empat kali di tingkat kecamatan dan bimbingan manasik haji tingkat kabupaten dua kali.
Wahyudin juga menyebutkan, untuk pertama kalinya calhaj dari Indramayu masuk pemberangkatan gelombang pertama. Gelombang pertama diberangkatkan antara tanggal 4-18 Juni 2022.
Sementara untuk kelompok terbang (kloter) Indramayu terbagi dua kloter. Dan dari 817 orang calhaj Indramayu itu sisa sembilan orang. Yang sembilan orang masuk ke gelombang kedua dan digabung dengan kloter dari daerah lainnya.
“Gelombang kedua diberangkatkan antara tanggal 19 Juni-3 Juli 2022,” sebutnya.
Menyinggung berapa biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Ia mengatakan untuk tahun ini dipatok Rp81 juta per orang namun Bipihnya atau biaya haji yang harus dibayar calhaj sebesar Rp39,9 juta per orang. Artinya, pemerintah membayar ke Arab Saudi sebesar Rp81 juta sementara calhaj hanya membayar Rp39,9 juta. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post