Dialam refleksi kemerdekaan ini, lanjut dia, tidak hanya mengenang jasa para pahlawan terdahulu saja, tetapi juga menghargai perjuangan pahwalan garda terdepan yang banyak gugur di medan perang dalam proses pencegahan dan penyembuhan pasien Covid-19.
Smangat kemerdekaan ini, sambung dia, dapat ditunjukan dalam tiga aspek perubahan. Pertama, perubahan pola berfikir, yakni masyarakat harus bisa merubah mindset dari masa bodoh menjadi peduli lingkungan sekitar, dari pemikiran konvensional menjadi terbuka menerima perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Kedua, perubahan pola perilaku. Artinya, masyarakat harus siap beradaptasi dengan tradisi kebiasaan hidup baru. Hal ini bisa dimulai dengan mematuhi protokol kesehatan.
Untuk yang ketiganya, kata dia, yakni perubahan tingkat religiusitas. Artinya, masyarakat harus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, karena di saat pandemi ini, pendekatan kepada Allah merupakan cara yang lebih baik untuk memenangkan dan menenangkan akal dan hati akibat pandemi Covid-19 ini.
“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat harus bahu-membahu, bekerjasama, tidak hanya mementingkan diri sendiri tapi juga bersama peduli dan sigap dengan situasi, sehingga pandemi di negeri kita segera mereda,” pungkasnya. (Ibin)

















































































































Discussion about this post