KAB. CIREBON, (FC),- Upaya mencetak generasi tani Indonesia, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sukses Ciawijapura, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, berhasil menggaet kaum milenial dalam membangun sektor pertanian yang mampu menunjukkan geliat luar biasa dikalangan anak muda.
Di bawah kepemimpinan Algha Aretta Adiwidia (27), BUMDes ini sukses memperluas lahan pertanian dari sebelumnya 1,3 hektare tanaman melon, kini mencoba mengembangkan menjadi 2 hektare, berkat hasil panen yang dikelola dengan cermat dan produktif.
“Pengembangan ini murni dari hasil panen kemarin. Dana hasil usaha kami manfaatkan untuk menambah luas lahan dan memperkuat infrastruktur pertanian,” ujar Algha saat ditemui di area pertanian BUMDes, Kamis (04/09/25).
Algha yang dikenal sebagai petani millenial inspiratif tak hanya fokus pada produksi, tetapi juga membangun regenerasi petani di desanya.
Ia aktif mengajak pemuda lokal untuk terlibat dalam kegiatan pertanian.
Saat ini, sebanyak 15 pemuda desa telah bergabung dan mendapatkan pelatihan langsung di lapangan.
“Kita ingin petani millenial itu bukan sekadar istilah. Harus produktif, adiptif terhadap teknologi, dan bisa menciptakan dampak ekonomi. Mereka belajar dari praktik langsung menanam melon, cabai, dan beternak lele,” tuturnya.
Keberhasilan Algha dalam menanam melon premium bahkan sempat mendapat perhatian dan apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) saat melakukan panen raya beberapa pekan lalu.
Salah satu pemuda yang bergabung, M. Ikrom, menceritakan perjalanannya. Lulusan SMK di Tanjung Priok, Jakarta ini sebelumnya bekerja sebagai buruh proyek bangunan.
Namun kini, ia mengelola tanaman melon diatas lahan seluas 400 bata atau sekitar 5.600 meter, 4.000 ekor lele, dan 24.000 pohon cabai bersama BUMDes.
“Awalnya ragu, tapi setelah terjun langsung dan belajar bareng Mas Algha, saya sadar bertani juga bisa menjanjikan. Apalagi kalau dikelola secara modern dan serius,” ujar Ikrom.
Hal senada disampaikan oleh Fiqih, alumni SMK Bina Marga Lemahabang, yang juga kini aktif di kegiatan pertanian BUMDes.
Meski sebelumnya belum pernah menekuni pekerjaan bidang pertanian, namun berkat bimbingan ketua BUMDes, kimia ia sudah merasa nyaman sebagai petani.
Bukan saja bekerja, namun juga belajar bagaimana bertani yang baik dan benar.
“Saya bersyukur bisa gabung dan berproses di sini. Banyak ilmu, banyak pengalaman. Kita nggak cuma jadi petani, tapi juga belajar wirausaha,” katanya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post