KOTA CIREBON, (FC).- Walikota Cirebon Effendi Edo langsung memberikan tanggapan terkait protes yang dilayangkan oleh salah seorang musisi Indonesia yakni Charly Van Houten.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram, Charly menyatakan protes terhadap Surat Edaran Walikota Cirebon yang melarang adanya live musik di cafe dan restoran selama Bulan Ramadan.
Karena keputusan tersebut akan memberikan dampak negatif bagi musisi terutama mengenai penghasilan. Di sisi lain Charly mengatakan, musik adalah bagian dari kehidupan bulan hanya sekedar hiburan tapi juga memberikan nafkah bagi para musisi.
“Saya mendengar Pemerintah Kota Cirebon melarang adanya live musik di cafe-cafe dan restoran selama bulan Ramadan. Bagi saya musik adalah bagian dari kehidupan dan memberikan nafkah bagi teman-teman musisi di Kota Cirebon. Namun, menurut saya kebijakan Pemerintah Kota Cirebon yang melarang live musik di cafe-cafe dan restoran pasti menjadi pukulan berat bagi musisi yang menggantungkan hidupnya di industri ini,” kata Charly.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Cirebon Effendi Edo mengatakan, tahun lalu banyak cafe dan restoran yang melanggar jam yang ditentukan dalam SE selama Bulan Ramadan.
“Karena tahun kemarin banyak yang melanggar, dari jam yang ditentukan Pemkot Cirebon. Misalnya yang seharusnya tutup jam 21.00Wib sampai jam 22.00 Wib tapi ada yang tutup sampai tengah malam,” katanya, Kamis (20/3/2025).
Ia melanjutkan, karena ini Bulan Suci Ramadan sebaiknya membawakan lagu-lagu religi dan suara musiknya tidak terlalu keras. Kalau cafe-cafe dan restoran mengikuti aturan yang ada bisa saja SE-bisa direvisi.
“SE bisa direvisi asalkan mematuhi poin-poin yang tadi yaitu musiknya tidak terlalu keras, membawakan lagu-lagu religi dan memenuhi aturan jam yang ditentukan,” pungkasnya. (Frans)














































































































Discussion about this post