KAB. CIREBON, (FC).- Musim kemarau tahun ini belum ada desa atau kecamatan yang meminta bantuan air bersih akibat kekeringan. Bahkan, desa-desa yang masuk kategori rawan kekeringan dan menjadi daerah langganan kekeringan pun belum melaporkan terjadinya kekeringan.
Penata Ahli Muda Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Juwanda menyampaikan, sebenarnya musim kemarau tahun ini sudah masuk sejak bulan Juli kemarin.
Biasanya, kekeringan yang mengakibatkan krisis air bersih mulai melanda sejumlah desa di Kabupaten Cirebon pada pertengahan bulan Agustus hingga akhir September nanti.
“Sementara ini belum ada laporan dari desa atau kecamatan di Kabupaten Cirebon. Mudah-mudahan tidak sampai ada yang laporan, artinya tidak sampai ada kekeringan,” ujar Juwanda, kemarin.
Menurut Juwanda, hal itu terjadi karena kemarau tahun ini merupakan kategori kemarau basah. Artinya, meskipun sudah masuk bulan kemarau namun masih sering ada mendung dan hujan bersifat lokal yang intensitasnya tidak seperti hujan pada musim penghujan. “Menurut BMKG itu kebalikannya elnino yaitu lanina,” terang Juwanda.
Kendati demikian, lanjut dia, kesiapsiagaan sudah disiapkan BPBD Kabupaten Cirebon baik dari mobilitas transportasi maupun ketersediaan air bersihnya melalui berkoordinasi dengan Perumda Tirta Jati Kabupaten Cirebon. Kesiapsiagaan untuk mengantisipasi gejala lanina tersebut sudah dilakukan BPBD sejak awal Juli kemarin.
Berdasarkan pengalaman musim kemarau pada tahun 2019, sambung Juwanda, di bulan Agustus hingga akhir September kekeringan sudah melanda sejumlah desa di Kabupaten Cirebon.
Pada tahun 2019 kemarin, tercatat ada 92 desa di 22 kecamatan yang mengalami kekeringan, baik di wilayah timur, tengah maupun wilayah barat Kabupaten Cirebon.
Itu berarti, lebih dari separuh wilayah Kabupaten Cirebon menjadi daerah rawan kekeringan sehingga mengalami krisis air bersih. Pada tahun tersebut banyak desa yang mengajukan bantuan air bersih ke BPBD. Sedangkan untuk daerah yang kekeringannya paling parah, di wilayah timur ada di Kecamatan Sedong.
Yakni desa-desa yang diatas bukit wilayah tersebut. Untuk wilayah utara, daerah langganan kekeringan ada di Kecamatan Suranenggala dan Kapetakan. Sedangkan di wilayah barat Kecamatan Klangenan, yakni di Slangit dan Kreyo serta Kecamatan Gempol.
“Pemda melalui BPBD tidak akan tahu kalau tidak ada laporan dari desa. Diharapkan desa tidak hanya melaporkan tapi cepat membuat proposal permohonan bantuan air bersih. Atau kalau mau cepat bisa lewat telepon, kareba kalau melalu proposal lewat kecamatan dulu, kemudian kecamatan melaporkan kepada kami,” ungkapnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post