Pria yang juga Koordinator Bidang Lingkungan Obrolan Majalengka itu menyampaikan, selain menyamakan persepsi terkait penanganan sampah, kegiatan tersebut juga sebagai tindak lanjut surat yang telah dilayangkan ke DPRD Majalengka, belum lama ini. Surat tersebut merupakan permohonan audiensi dengan lembaga legislatif terkait sampah.
“Diskusi nanti kami mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka baik kelompok atau individu yang peduli dengan masalah sampah di wilayah masing-masing, termasuk juga para jurnalis. Apabila masyarakat ingin bergabung dalam acara ini silakan hubungi Kang Kiki via WA 0896-2046-6817,” ujarnya.
Nantinya hasil dari diskusi tersebut, akan menjadi bahan dalam gelaran audiensi dengan lembaga legislatif.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyatukan semangat, pemikiran, dan gagasan rekan-rekan yang selama ini peduli dengan sampah di Kabupaten Majalengka,” ucapnya.
Sementara belum lama ini, penumpukan sampah terjadi di Desa Sinargalih, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten, tepatnya di pinggir jalan dekat jembatan perbatasan Kecamatan Bantarujeg-Lemahsugih.
Di sana, selain ditemukan banyaknya tumpukan sampah, ditemukan sejumlah wadah obat bekas pakai. Diduga penemuan obat itu mengandung bahan berbahaya dan beracun atau kerap disebut limbah medis.
Namun, setelah tim dari Dinas Kesehatan Majalengka melakukan investigasi ke lokasi, obat yang disebut limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) itu tidak ditemukan.
Sehingga, masyarakat peduli lingkungan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung membersihkan sampah yang menumpuk tersebut. (Munadi)















































































































Discussion about this post