BRISBANE, (FC).- Australia Award in Indonesia (AAI) tahun ini kembali mengirimkan 25 penerima beasiswa kuliah singkat (short course).
Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan workshop di Griffith University dan kunjungan ke berbagai lembaga sektor publik Australia.
Para penerima beasiswa AAI ini berasal dari berbagai praktisi di Kementerian, Lembaga Negara, hingga daerah, Non-Governmental Organization (NGO), sektor swasta, akademisi, dan media
Ade Ganie selaku Unit Manager di Kedutaan Australia yang bertanggung jawab dalam mengelola program pembangunan Australia – Indonesia di bidang hukum, keadilan, dan keamaan menuturkan, bahwa kegiatan yang berlangsung selama dua minggu di kota Brisbane dan Canberra tersebut bertujuan untuk memperluas network para peserta.
![]()
Juga memberikan pengetahuan praktis (practical knowledge) terkait upaya untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi di sektor publik, dan membangun jejaring baru dengan mitra di lembaga-lembaga yang ada di Australia.
Peserta juga berkesempatan untuk melihat serta mempelajari secara langsung terkait apa yang dilakukan Australia di bidang akuntabilitas dan transparansi agar dapat diadaptasi untuk lembaga atau masyarakat Indonesia.
“Ini adalah kegiatan Short Term Award (Basiswa Studi Singkat) untuk Transparanty Accountability. Ini program 2 minggu,” ujar Ade
Di minggu pertama, para peserta mengikuti kegiatan Asia Pasific Integrity School yang dipimpin oleh Professor Reza Monem dan Professor AJ Brown dari Griffith University.
Kegiatan ini diikuti peserta dari 7 negara Asia Pasifik, yaitu Indonesia, Australia, Papua New Ginie, Solomon Islands, Paskistan, Sri Lanka, dan Kamboja.
Selanjutnya minggu kedua merupakan kunjungan di Canberra.
![]()
Kedekatan secara territorial antara Indonesia dan Australia menurut Ade dapat memberikan hal positif maupun negatif.
“Kegiatan Kerjasama Indonesia – Australia ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa saling memahami antara Indonesia dan Australia yang merupakan dua negara yang saling bertetangga,”pungkasnya.
Dea Angkasa Putri selaku Direktur Fajar Cirebon yang juga turut serta dalam kegiatan tersebut menuturkan, pihaknya melihat kegiatan tersebut sangat baik bagi perkembangan akuntabilitas dan transparansi di sektor publik Indonesia.
“Kegiatan ini menambah wawasan, memperluas network di antara peserta, dan membuka peluang kolaborasi lintas stakeholders, bahkan lintas negara untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi di sektor publik,” kata Dea.
Dea menambahkan, di akhir kegiatan seluruh peserta diwajibkan untuk membuat sebuah proyek untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi di lembaganya masing-masing.
Dea pun melihat dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah dapat menurunkan tingkat korupsi di Indonesia dan meningkatkan integritas para pelaku di sektor publik. (Andriyana)













































































































Discussion about this post