KOTA CIREBON, (FC).- Selain kondisi gedung kantor yang memprihatinkan, sejumlah sarana prasarana yang dimiliki Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon atau yang biasa disebut Dinas Damkar, juga terbilang seadanya. Bahkan, truk pemadam kebakaran atau blangwir, hanya satu unit yang layak beroperasi.
Kepala Dinas Damkar Adam Nuridin menjelaskan, pihaknya memiliki mobil blangwir sebagai sarana utama kendaraan operasional pemadam kebakaran sebanyak delapan unit.
Dari jumlah tersebut, yang bisa beroperasi hanya lima unit. Itupun, setelah dilakukan perbaikan di mesin kendaraan dan mesin pendukung lainnya.
“Kemarin dari lima mobil blangwir itu, cuma empat yang bisa kita perbaiki. Yang satunya karena kerusakannya parah, membutuhkan ongkos perbaikan sampai Rp50 juta, jadi kita biarkan dulu yang rusak parah itu,” ujarnya Minggu (25/6).
Meski demikian saat ini yang masih bisa diandalkan untuk beroperasi hanya tiga unit. Dua di antaranya, ketika mau dihidupkan harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu.
“Jadi yang bener-bener ready dan lumayan fit cuma ada satu unit. Itupun kapasitasnya kecil, daya semprot airnya kurang maksimal kalau untuk menjangkau lokasi di ketinggian,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, satu unit mobil blangwir yang benar-benar ready tersebut, merupakan unit baru yang hasil pengadaan beberapa tahun lalu.
Adam mengakui jika untuk membeli atau melakukan pengadaan mobil blangwir yang baru dengan spesifikasi yang bagus, memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Menimal harganya di atas Rp1 miliar.
Tapi, dalam penanganan kebakaran, dinasnya punya prinsip bahwa semua bisa diawali dengan upaya pencegahan dan penanganan dini. Maka dari itu, yang perlu dikedepankan adalah memberikan pemahaman pencegahan dan penanganan dini di setiap lingkungan masyarakat.
“Kami punya gagasan kalau di setiap kelurahan dilakukan pelatihan pencegahan dan penanganan dini kebakaran. Karena potensi kebakaran bisa dicegah dikendalikan ketika api masih kecil. Kalau setiap lingkungan RW bisa melakukan itu, insya Alloh Cirebon bebas dari kebakaran,” sebutnya.
Apalagi, jika ditopang dengan penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setia Baperkam RW se-Kota Cirebon, maka upaya pencegahan dan penanganan dini potensi kebakaran, bisa berjalan lebih maksimal.
“Kalau setiap lingkungan RW, disediakan APAR di setiap Baperkam, akan lebih maksimal lagi pencegahannya. Sejauh ini yang kami pantau, memang baru ada beberapa RW sudah memiliki APAR,” terangnya.
Meski bertugas di tengah keterbatasan, Adam menjamin para anggotanya tetap semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bahkan, kepuasan masyarakat hampir 100 persen, dan tahun ini dapat penghargaan dari gubernur kategori pelayanan paripurna. (Agus)
















































































































Discussion about this post