INDRAMAYU, (FC).- Puluhan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kabupaten Indramayu melakukan aksi penolakan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu yang digelar serentak se – Jawa Barat.
Aksi Penolakan PAC ini dilakukan di depan kantor Sekretariat DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu di Jalan Raya Tegalurung, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Senin (18/7) Penolakan ini disinyalir tidak mengedepankan asas demokrasi. Melainkan ambisi besar Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP PD.
Seperti diketahui, pada agenda Muscab lalu di Bandung muncul dua nama yang maju sebagai calon ketua DPC PD Indramayu, yaitu Taufiq Hadi Sutrisno dan H Nico Antonio.
” Kami mencium adanya kejanggalan dalam pelaksana Muscab DPC Partai Demokrat Kabupaten Indramayu yang digelar dibandung ,” ungkap Ketua PAC Patrol, Sobandi.
Kejanggalan itu, kata Sobandi diantaranya adanya intervensi PAC yang sudah mendukung calon DPC Indramayu Taufiq Hadi Sutrisno yang sebelumnya mendapat dukungan 28 PAC berdasarkan surat dukungan.
” Kami Mohon untuk Mas Ketum AHY yang kita cintai agar mengeluarkan BPOKK DPP yang membuat gaduh dan timbul per pecahan di tubuh PD paska Musda dan Muscab 2022″ ujarnya
Kejanggalan lainnya, lanjut Sobandi, tidak dilaksanakan verifikasi faktual, ada 9 ketua PAC pendukung Taufiq yang tiba-tiba di Plt-kan, serta adanya intervensi terhadap PAC pendukung Taufiq untuk mengalihkan dukungan. Bahkan ada informasi yang menyebutkan hanya ketum, sekjen, BPOKK, dan ketua DPD yang berhak menentukan hasil pemilihan Muscab.
Sehingga, 9 PAC dari 28 pendukung Taufiq menggandakan dukungan ke calon lain yang sebelumnya hanya didukung 3 PAC.
PAC pendukung saudara Taufiq Hadi Sutrisno mencurigai hasil muscab kemarin adalah mencederai proses demokrasi dengan bukti-bukti tersebut,” kata dia.
Atas dasar itu, pihaknya pun akan keluar kepengurusan serta kader yang sudah siap mencalonkan untuk Pileg 2024 akan mundur serentak dari PD, apabila hasil Muscab kemarin disahkan
“ Saya berharap ada keadilan, mudah-mudahan menjadi pertimbangan Mas Ketum AHY demi untuk kebesaran Partai Demokrat, ” ujarnya.
Sementara itu, Nico Antonio dikabarkan sudah dihubungi pihak BPOKK DPP PD bahwa sudah dinyatakan sebagai pemenang. Hanya saja, saat ditanya fisik Surat Keputusan (SK) tidak bisa memperlihatkannya.
Meski demikian, pihaknya masih akan melakukan langkah-langkah untuk mencari keadilan. Salah satunya sudah mengagendakan akan mendatangi DPD bersama pengurus PAC dan kader. Hal ini untuk mempertanyakan kejanggalan-kejanggalan pada muscab.
“ Kita akan melakukan langkah hukum untuk mencari keadilan, termasuk akan mendatangi DPP bersama dari 10 kabupaten lain di Jawa Barat yang mengalami kondisi sama,” pungkasnya. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post