KOTA CIREBON, (FC). – Ambruknya atap shelter di Alun-alun Sangkala Buana ada 13 Februari lalu, membuat warga Kota Cirebon gempar.
Hal ini disebabkan karena ambruknya atap shelter tersebut hanya berselang 9 hari saja seusai di resmikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada 4 Februari 2022 lalu.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kejaksaan Negeri Kota Cirebon akan melakukan penyelidikan terhadap ambruknya proyek senilai Rp10,4 miliar tersebut.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon melalui Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Slamet Haryadi mengatakan, pihaknya akan membentuk tim khusus guna meniliti kebenaran kejadian tersebut.
“Kita sudah diinstruksikan membentuk tim khusus guna meneliti apakah ada penyimpangan pada proyek Alun-alun Sangkala Buana tersebut,” katanya, Rabu (16/2).
Dirinya memaparkan, pihaknya akan meneliti terlebih dahulu mulai dari spek rak, dan juga gambarnya, jika ada penyimpangan akan dilakukan pemanggilan terhadap pihak terkait.
“Kita belum bisa memastikan kualitas bangunan tersebut, setelah kita cek spesifikasinya baru kita ungkapkan, jika memang ada penyimpangan kita akan panggil,” paparnya.
Dugaan Spesifikasi Bangunan Yang Kurang Baik
Pada 13 Februari lalu, masyarakat Kota Cirebon terkhususnya pada daerah Keraton Kasepuhan Cirebon digemparkan dengan ambruknya bagian atap dari shelter UMKM Alun-alun Sangkala Buana.
Berdasarkan penuturan warga bernama Adnan Yahya, robohnya atap tersebut terjadi seusai shalat dhuhur, sekitar pukul 12.15, dan bukan dikarenakan faktor cuaca.
“Atapnya saja kurang lebih beratnya 8 kilogram, tapi penopangnya hanya dari kayu jadi tidak kuat menopang beban,” katanya, Minggu (13/2).
Adnan merasa dengan kejadian tersebut, kualitas dari bangunan alun-alun Sangkala Buana kurang baik.
Meskipun begitu beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya atap shelter tersebut.
“Untungnya tidak ada, padahal alun-alun sedang ramai-ramainya dikunjungi masyarakat terlebih pada akhir pekan seperti ini,” paparnya.
Diawal peresmiannya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta alun-alun Sangkala Buana dijadikan tempat melakukan pagelaran seni.
“Nantinya saya minta ada pertunjukan tari Topeng disini disetiap akhir pekan agar bisa dinikmati masyarakat,” ungkapnya, Jumat (4/2) lalu.
Pembiayaan revitalisasi Alun-alun Kasepuhan tersebut berasal dari Dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat.(Sakti)


















































































































Discussion about this post