MAJALENGKA, (FC).- Minyak goreng sesuai harga ketentuan pemerintah Rp 14 ribu per liternya tampaknya masih menjadi topik hangat belakangan ini. Bagiamana tidak, masih banyak warga yang harus mencari ke sana kemari untuk membeli minyak murah tersebut.
Terbukti, warga rela mengantri berjam-jam terjadi di supermarket hanya demi membeli minyak goreng dengan harga murah.
Fenomena tersebut terjadi di salah satu supermarket di Jalan Raya Lanud Sugiri Sukani di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka menjelang siang. Disana terlihat puluhan ibu rumah tangga mengantri di kasir supermarket tersebut.
Mereka hendak membayar minyak goreng yang akhir-akhir ini sulit didapat. Satpam supermaket pun dibuat sibuk mengatur antrean hingga menjadi dua baris menuju dua kasir yang tersedia. Meski warga sudah memakai masker, tampak mereka enggan menjaga jarak satu sama lain.
Sutinah warga Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka mengaku mulai mengantri sejak pukul 06.00 WIB. Ia baru bisa membeli minyak goreng kemasan sekitar pukul 8.00 WIB atau saat supermarket buka.
“Saya sengaja datang pagi-pagi biar dapat minyak, takut kehabisan kalau telat,” ujar Sutinah saat ditanya wartawan, Selasa (15/2).
Setelah mengantri sekitar 2 jam, Sutinah hanya bisa membeli 1 bungkus minyak goreng dengan kemasan dua liter. Harga minyak goreng kemasan tersebut Rp 28 ribu per dua liternya.
“Harapannya semoga gak kaya gini lah (antri) kaya biasa lagi, belanja nyaman tanpa harus pagi-pagi,” ucapnya.
Sama halnya dengan Yunita, Ia rela datang jauh-jauh dari rumahnya di Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka agar bisa membeli minyak goreng dengan harga terjangkau. Seperti pembeli lainnya, ia juga dibatasi bisa membeli maksimal 2 liter minyak goreng kemasan harga Rp 14 ribu per liternya. Minyak goreng yang ia beli pagi ini sedianya untuk kebutuhan sehari-hari.
“Saya tahu kalau di sini (supermarket Jatiwangi) ada jual minyak. Ya sudah saya datang tadi pagi-pagi jam 06.30 WIB, Alhamdulillah dapat jam 08.30 WIB,” jelas Yunita.
Sementara itu, pegawai Supermarket Mila Aryani mengatakan, setiap hari pihaknya menyediakan 100-200 karton minyak goreng. Ia pun memastikan, tak ada kelangkaan seperti yang sedang dibicarakan masyarakat akhir-akhir ini.
“Sebenarnya bukan langka sih, setiap hari kita sediakan 100 hingga 200 karton, tapi yaitu ketika datang habis lagi dalam waktu satu jam,” katanya.
Demi mencegah terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh konsumen, ada hal unik yang dilakukan supermarket tersebut. Yakni, konsumen diminta dicap jari kelingkingnya sebagai bukti sudah membeli. (Munadi)


















































































































Discussion about this post