KOTA CIREBON, (FC).- Arsip adalah catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan. Arsip dapat berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya, yang dapat dijadikan bukti sahih untuk suatu tindakan dan keputusan. Dengan adanya perkembangan teknologi, arsip dapat berbentuk audio, video dan digital.
Mengingat jumlah arsip yang semakin banyak dibuat dan diterima oleh lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan maka diperlukan manajemen pengelolaan arsip yang lebih dikenal dengan sistem kearsipan melalui beberapa pekerjaan atau kegiatan untuk mengelola arsip yang ada. Terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan, arsip adalah hal yang sangat vital.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati menyampaikan, digitalisasi arsip maupun kearsipan sangat penting, karena semuanya menggunakan digital bisa dipermudah. Tapi ada hal lainnya, yakni tetap harus ada backup karena manakala terjadi human error atau sesuatu backup by data otentiknya ada.
“jadi, untuk mempermudah pencarian data digitalisasi itu kita butuhkan. Nanti pelan-pelan karena membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” ungkap Eti usai membuka Gebyar Arsip dan Literasi di Gedung Korpri Kota Cirebon Rabu (15/12).
Untuk diketahui, gebyar Arsip dan Literasi dilingkungan Pemkot Cirebon akhirnya bisa terlaksana, meski dalam situasi pembiayaan yang tidak memungkinkan akibat refocusing anggaran.
Eti menuturkan, Pemkot Cirebon mengapresiasi terobosan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) untuk mendorong dan mendukung kegiatan kearsipan maupun literasi. Eti berharap kedepan literasi dapat hadir diseluruh pelosok wilayah masyarakat khususnya tingkat RT.
“Kami siap mendukung dan membawa Jabar Juara Lahir dan Batin terutama dalam literasi dan kearsipan yang mengarah pada digitalisasi,” imbuhnya.
Sementara Perwakilan Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Ferbriadi menyatakan, saat ini literasi maupun arsip dekat dengan masyarakat karena bersifat penting.
“Ini merupakan inovasi dan sekarang arsip dengan perpustakaan lebih ke publik dekat dengan masyarakat cara seperti ini. Jadi ada kesan arsip itu diruang belakang disimpan pomali kalau dilihat katanya, tidak ya karena arsip sebetulnya informasi yang harus bisa diakses publik,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Jaja Sulaeman menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan literasi dan kearsipan dilingkungan SKPD Kota Cirebon.
“Kegiatan ini akan setiap tahun dilaksanakan, tujuannya dalam rangka meningkatkan wawasan baik itu yang ada di arsip maupun SKPD berkaitan dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh seluruh aparat yang ada. Ini bagian dari sosialisasi dibidang kearsipan dan literasi,” terang mantan Kadisdik ini.
Gebyar Arsip dan Literasi dilingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon, berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 15-17 Desember 2021 dengan berbagai bentuk kegiatan diantaranya pameran, talkshow, story telling, serta lomba bercerita dan baca puisi, dengan seluruh peserta Bunda Literasi di Kota Cirebon. “InsyaAllah kedepan kita mudah-mudahan pandeminya sudah berakhir. 2022 kita akan lanjutkan ada kegiatan Pemilihan Duta Baca dipilih dari para pelajara TK, SD dan SMP,” tutup Jaja. (Agus)















































































































Discussion about this post