KOTA CIREBON, (FC).- Untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dan pemerintah melakukan sejumlah pembatasan seperti PPKM, akhirnya Paguyuban Para Pekerja Seni Cirebon (Papesci) berhasil menggelar Grand Opening dan Pagelaran Tari Tradisional bertempat di Panggung Budaya, Taman Wisata Gua Sunyaragi Cirebon, Sabtu (16/10) malam.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati yang hadir pada acara tersebut mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, perwakilan dari Kasultanan Cirebon dan ribuan insan seni yang berhasil menggelar acara ini.
“Alhamdulillah, pasca Kota Cirebon masuk PPKM Level 2, banyak kelonggaran kegiatan, termasuk untuk para penggiat seni. Diharapkan momentum ini bisa membuat geliat seni di Kota Cirebon bisa bangkit kembali. Namun kami ingatkan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ujarnya.
Eti juga berpesan, agar Taman Air Gua Sunyaragi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, untuk menghidupkan kembali kesenian di Kota Cirebon.
Untuk itu diperlukan koordinasi dan peran serta dengan pemerintah pusat yakni Kemendikbud, provinsi dan juga Pemkot Cirebon.
Pada kesempatan itu, Papesci memberikan apresiasi berupa life achievement kepada maestro tarling klasik, Sudjana Partanain (Mama Jana), Papesci juga memberikan apresiasi kepada para penggiat seni yang ada di Kota dan Kabupaten Cirebon atas dedikasi mereka yang sudah mempertahankan kesenian tradisional.
Ketua Papesci selaku ketua panitia kegiatan, Erlita Sari mengucapkan terima kasih kepada para pekerja seni yang terus dan selalu menjaga tradisi seni dan budaya Cirebon.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbud RI dan Pemkot Cirebon serta stakeholder, terkait yang sudah memberikan dukungan serta memfasilitasi kegiatan hingga dapat berjalan baik dan lancar,” imbuhnya.
Sementara Rina Febriyani, perwakilan Setditjen Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI, mengatakan, kegiatan ini merupakan fasilitasi atau bantuan pemerintah melalui Ditjen Kebudayaan, khususnya bagi komunitas, yayasan, sekolah dan juga individu atau perorangan yang mempunyai kegiatan dan mendukung program kebudayaan.
“Semua aspek yang mendukung tercapainya visi misi kemajuan kebudayaan dari Sabang sampai Merauke dapat difasilitasi melalui program ini, tentunya melalui proses seleksi dan verifikasi secara terbuka,” tandasnya.
Rina juga menyampaikan, masyarakat secara luas dapat mengikuti program ini dengan mengakses laman kemendikbud.go.id dan fbk.go.id.
Program ini setiap tahun di buka kesempatannya secara bergantian.
“Dengan harapan agar masyarakat dapat memperoleh bantuan yang diberikan oleh pemerintah terkait pembiayaan kegiatan berkesenian,” pungkas Rina.
Dihadiri utusan dari Kemendikbud RI, utusan perwakilan anggota DPR RI komisi VIII, Wakil Wali Kota Cirebon, Pimpinan DPRD Kota Cirebon, Kadis Budpar, TNI – Polri, dan stakeholder terkait lainnya, dengan dipandu oleh Abah dan Regina sebagai pembawa acara, di panggung taman Gua Sunyaragi menghadiri beberapa pentas kegiatan, antara lain pentas dancer kolaborasi, seni topeng, sintren dan seni tradisional Cirebon lainnya.
Terlihat ratusan warga Cirebon begitu antusias menghadiri acara pembukaan acara kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan. (Agus)













































































































Discussion about this post