KOTA CIREBON, (FC). – Mungkin bagi sebagian orang dengan berdagang dapat mengumpulkan uang agar menjadi kaya. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi pedagang kecil seperti Tarmidi (65).
Tarmidi merupakan pedagang kecil yang menjual mainan klotokan dorong. Dirinya menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki mengelilingi Kota Cirebon.
Dia berjualan hanya untuk menyambung hidupnya di usia rentanya. Trotokan dorong itu dijual dengan harga hanya Rp5 ribu.
Namun, semenjak diberlakukannya PPKM Darurat, dirinya mengaku dagangannya kian sepi peminat.
“Baru laku satu dua, sepi pak. Saya biasa dagang sampai jam 5 sore, harganya 5 ribu rupiah,” katanya kepada FC, Minggu (18/7).
Pandemi ini sebenarnya dia takut akan terpapar Covid-19. Namun apalah daya, dirinya tak dapat menolak takdir yang mengharuskannya membanting tulang.
“Saya mah sebenarnya mau dirumah saja, saya juga takut terpapar, cuma ya bagaimana lagi untuk makan sehari-hari kalau tidak jualan ya tidak makan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Cirebon Kota AKP La Ode Habibi Ade Jama yang sedang membagikan sembako bertemu dengan Tarmidi.
Dirinya mengatakan, di kala PPKM seperti ini banyak masyarakat yang terdampak, baik penurunan jumlah pembeli, maupun kehilangan mata pencaharian.
“Kita sebagai anggota polri mempunyai rasa empati kepada masyarakat yang terkena dampak, jadi melakukan penindakan tidak perlu dengan cara yang kasar seperti yang sempat viral di daerah lain kemarin,” katanya.
Dirinya mengaku sangat prihatin dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dengan pedagang kecil yang harus menyambung hidupnya beserta keluarganya.
“Kita memberikan sembako, dan juga membeli seluruh dagangan bapak tarmidi, semoga dengan cara seperti itu dapat membantu beliau,” tutupnya. (Sakti).















































































































Discussion about this post