KAB. CIREBON, (FC).- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri bersama dengan Ketua Satgas Covid-19 Nasional Letjen TNI Doni Monardo melakukan peninjauan persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Gerbang Tol Palimanan, Kamis (29/4).
Kunjungan tersebut dalam rangka melihat kesiapan Polresta Cirebon untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas di Tol Cipali saat diberlakukannya larangan mudik Idul Fitri 1442 Hijriah.
Dofiri mengatakan, kegiatan ini merupakan pengecekan terkait dengan kesiapan penyekatan pada larangan mudik yang mulai diberlakukan pada 6 sampai 17 Mei mendatang.
Menurutnya, di Jawa Barat terdapat 158 titik penyekatan, dimana 22 titik tersebut berada di Jalur Tol.
“Untuk 136 titik lainnya berada dijalur arteri, kemudian efektifnya penyekatan itu ada titik-titik tertentu yang akan dijaga oleh petugas selama 24 jam penuh. Petugasnya itu gabungan, ada TNI, Polri, Dishub kemudian juga Satpol PP,” katanya kepada FC.
Masih dikatakan Dofiri, petugas yang berjaga dimasing-masing pos itu berbeda tergantung dengan kapasitas pos itu sendiri.
Namun ia memastikan, petugas akan berada selama 24 jam dimana mereka terbagi kedalam 3 shift.
“Mereka (petugas) senantiasa akan standby untuk menjaga pos masing-masing. Karena mereka akan berjaga selama 8 jam setiap shiftnya,” ungkapnya.
Dijelaskan Dofiri, di Jawa Barat sendiri ada dua daerah yang diberlakukan Aglomerasi. Yakni Jabodetabak yang mana wilayah Bogor, dan juga Bandung Raya.
“Kita sudah atur sedemikan rupa untuk daerah yang terkena Aglomerasi, kita akan lihat dari plat nomor kendaraannya. Kalau untuk Cirebon tidak ada Aglomerasi ya,” tuturnya.
Pria kelahiran Kabupaten Indramayu ini berharap, dengan diberlakukannya larangan mudik lebaran, tentunya akan mampu menekan angka penyebaran Covid-19.
Dijelaskannya, berdasarkan hasil rapat dengan Satgas Covid-19 Nasional dan juga Gubernur Jawa Barat, bahwa di Jawa Barat sudah tidaka ada Daerah yang berstatus zona merah.
“Tapi intinya adalah, masyarakat tidak perlu takut dengan adanya penyekatan. Namun perlu akan adanya kesadaran dari masyarakat tentang bahaya Covid-19, ini saya kira yang paling penting,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai tempat wisata saat libur Idul Fitri nanti, Kapolda mengingatkan agar tempat wisata tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat. Objek wisata juga harus diisi separuh dari kapasitas yang ada.
“Nanti kita juga akan berlakukan kepada para pengunjung objek wisata agar membawa surat keterangan negatif Covid-19 baik itu PCR ataupun Rapid Antigen,” tandasnya. (Muslimin)















































































































Discussion about this post