KUNINGAN, (FC).- Longsor yang terjadi mengakibatnya putusnya jalan penghubung Desa Windusari ke Desa Kertayuga Kecamatan Nusaherang pada akhir januari 2021 lalu hingga kini masih belum bisa dilalui kendaraan.
Berawal dari tebing jalan Longsor dengan panjang 20 meter dan ketinggian 10 meter dan lebar 1,5 meter, kemudian retakan jalan terjadi sepanjang 24 meter dengan lebar 5 meter, termasuk irigasi dengan panjang 40 meter juga rusak.
Kabid Binamarga PUTR Kuningan Teddy Sukmajayadi menyamapaikan di Windusari-Kertayuga itu baru penanganan konstruksi, karena lokasi itu masih longsor dan longsor lagi.
āBaru 2 hari lalu kita mulai penanganan menurunkan alat berat dulu, penanganan konstruksi, tapi amblas lagi euy. Karena itu dibawah, kita penanganan atas dulu biar yang kerja aman,ā ujar Teddy, Selasa (23/3).
Disebutkan Teddy, untuk lokasi tersebut dibutuhkan waktu sekitar 1 bulan lebih. Tapi tergantung dari anggaran kedaruratan seperti apa. Dan yang terpenting bisa fungsional dahulu untuk jalannya.
āItu kan membutuhkan anggaran 350 Juta, tapi APBD baru ada 150 Juta, ya tentu sisanya dari kedaruratan,ā ujar Teddy.
Teddy juga menyebutkan hari ini juga terjadi jalan amabas di penghubung ke Desa Benda-Gunungkarung. Rencananya kedarurat dahulu.
Dan sementara bisa dilalui motor. Sedangkan roda empat bisa memutar ke Desa Datar, meski agak jauh.
Kemudian di Sukajaya-Cikeusal ada gorong-gorong yang ambrol sehingga jalan putus. Karena cuaca hujan lebat dan air deras, sehingga gorong-gorong ambrol.
āTadinya itu gorong-gorong selebar 1 meter, APBD sudah ada penanganan untuk itu sebelumnya diketahui TPT nya ambruk, tapi keburu ambrol karena hujan,ā kata Teddy.
Disebutkan Teddy, bahwa banyak titik yang usianya sudah waktunya direkontruksi, namun berhubung cuaca belum menentu, sehingga terburu rusak akibat hujan lebat. Terlebih anggaran yang terdampak refocusing akibat Covid-19, sehingga sedikit menghambat.
āSemua yang bencana meski masuk kita tangani, sebelum lebaran semua bisa fungsional, kecuali beberapa kebencanaan bersifat besar, seperti jembatan situgede, itu biaya besar kita pantau agar jalur kendaraan roda dua dulu,ā jelas Teddy. (Ali)















































































































Discussion about this post