MAJALENGKA, (FC).- Pasca penutupan sementara dua gedung milik pabrik sepatu milik PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI), oleh tim Satgas penanganan Covid -19 Kabupaten Majalengka, karena ada karyawannya yang terkonfirmasi Covid-19.
Pada Selasa (23/3) kemarin, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka melakukan penyemprotan disinfektan untuk mensterilkan area sekaligus memutus matarantai penyebaran Covid-19.
Penutupan sementara di dua gedung milik PT Shoetown yang memproduksi sepatu olahraga terkenal di dunia ini berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (23/3) sampai Kamis (25/3).
Tujuan dari satgas Covid-19 dari penutupan sementara tersebut adalah untuk mensterilkan ruang atau gedung akibat adanya karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Pantauan wartawan diarea pabrik Shoetown, sebanyak delapan petugas dari BPBD Kabupaten Majalengka melakukan penyemprotan di dua gedung, yakni gedung produksi dan gedung office.
Dengan di jaga ketat oleh petugas kepolisian dari Polsek Ligung serta Koramil 17/13 Ligung dan TNI Lanud.S.Sukani, penyemprotan disinfektan berjalan dengan lancar.
Senior Manager Industrial PT Shoetown, Agus Rusyana membenarkan bahwa sebanyak tujuh karyawan pabriknya terkonfirmasi positif Covid-19.
Hasil tersebut diketahui setelah ketujuh karyawan tersebut menjalani Test PCR dan Test Antigen.
“Saat ini ketutujuh karyawan tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah, namun mereka tetap dipantau oleh pihak manajemen pabrik, disamping itu pula hak-hak mereka tetap diterima, bahkan makan dan minum serta vitamin pun perusahaan tetap memperhatikan,” ujar Agus Rusyana saat ditanya wartawan ditengah kegiatan penyemprotan disinfektan, Selasa (23/3).
Lebih jauh Agus mengatakan, terkait penyemprotan desinfektan, pihaknya melakukannya setiap hari, sebelum dan sesudah jam kerja.
Tim Satgas penanganan Covid-19 yang ada di PT Shoetown selalu melakukanya, karena penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 adalah komitmen perusahaannya jauh-jauh hari sejak munculnya virus Corona dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Namun walaupun penerapan prokes sudah sangat ketat, kata Agus, masih saja beberapa karyawannya ada yang terpapar Covid-19.
Hal ini dimungkinkan karena kurang disiplinnya mereka manakala berada diluar pabrik.
“Penerapan prokes sudah sangat ketat mas, namun ya itu tadi, faktor kedisiplinan mereka mungkin dinilai masih kurang manakala berada diluar pabrik atau pada saat berada dirumah,” ucap Agus Rusyana.
Agus menghimbau kepada semua karyawan agar tetap disiplin dalam penerapan protokol kesehatan dimanapun berada, yakni dengan selalu mencuci tangan, pakai masker, dan hindari kerumunan atau tetap jaga jarak. (Munadi)















































































































Discussion about this post