KAB. CIREBON, (FC).- Sejumlah investor mengajukan diri untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Cirebon. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat tengah mengkaji rencana investor tersebut.
Rencananya, total investasi pengelolaan sampah tersebut bisa mencapai Rp15 miliar.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan banyak investor yang mengajukan diri untuk berinvestasi terkait dengan pengelolaan sampah di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, sampah-sampah tersebut akan dikembangkan menjadi bata ringan atau hebel dan juga paving blok.
“Sebenarnya banyak yang mengajukan diri untuk mengelola sampah, tapi bentuknya bukan di pihak ketigakan, melainkan ada pengusaha yang berinvestasi untuk mengelola sampah,” kata Deni kepada FC seusai melakukan rapat bersama dengan investor di Kantor DLH Kabupaten Cirebon Sumber, Selasa (23/3).
Menurut Deni, pengelolaan sampah tersebut nantinya tetap kan berbasis desa. Untuk sementara, investasi tesebut hanya berjalan untuk satu kecamatan.
“Mereka menjanjikan akan menghabiskan sampah 30 ton dalam satu hari, katanya sih, dari 100 persen sampah, bisa membuat hebel sebanyak 60 persennya,” ungkap Deni.
Deni menambahkan, investasi ini sedang dikaji oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Cirebon. Namun bila dilihat dari benefit yang ditawarkan, tentunya sangat menjanjikan.
Pasalnya, DLH tidak harus mengeluarkan biaya sedikitpun, akan tetapi persoalan sampah bisa teratasi atau diminimalisir.
“Penawaran mereka, hebel tersebut nanti akan dibeli oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon. Tapi itu kan masih dikaji, nah soal hebel itu dibeli siapa masih dalam kajian. Bisa saja kan lewat BUMD,” ujar Deni.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Rahmat Sutrisno menjelaskan, persoalan legalitas kerjasama tersebut sedang dikaji oleh Bagian Hukum dan Inspektorat.
“Soal legalitas kerjasama sedang dikaji oleh Bagian Hukum dan Inspektorat,” singkatnya. (Muslimin)















































































































Discussion about this post