KAB. CIREBON, (FC).- Permasalahan pendidikan dan penanganan banjir menjadi bahasan utama yang harus ditangani.
Hal itu mencuat pada pelaksanaan rapat Pra Musyawarah Pembangunan (Musrenbang,-red) Kecamatan Ciledug, Senin (1/2).
Pelaksanaan pra musrenbang ini bertujuan menjaring masukan untuk menjadi kesepakatan yang akan disampaikan pada musrenbang tahun anggaran 2021 Kecamatan Ciledug. Diantaranya beberapa masukan ditampung, kemudian dimusyawarahkan.
“Yang mendominasi adalah beberapa kegiatan yang pada anggaran 2019 lalu mengalami penundaan karena recofusing. Hasil rapat pra musrenbang sektor pendidikan dan penanganan permasalah banjir masih menjadi skala prioritas,” kata Haris Sutikno.
Kasi Ekonomi dan Pembangunan pada Kecamatan Ciledug, Haris Sutikno mengungkapkan, pagu indikatif kewilayahan (PIK) pada Kecamatan Ciledug pada tahun anggaran 2021 adalah sebesar Rp3,268 miliar.
Dari anggaran Rp3,268 miliar tersebut, pada musrenbang tahun ini diusulkan Rp1,6 miliar untuk pengalokasian rehab dan pembangunan gedung sekolah dasar akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu
Kemudian untuk pengerukan sungai tersier maneungteung sekitar Rp500 juta, dan lainnya seperti pembangunan TPT, perbaikan jalan yang tersebar di beberapa desa di Kecamatan Ciledug.
“Sebagian besar memang untuk alokasi penanganan paska banjir dan antisipasi pencegahan banjir,” tambah Haris.
Dijelaskan Haris, beberapa usulan lain diantaranya adalah upaya peningkatan ekonomi pertanian yaitu membangun jalan penghubung Kecamatan Ciledug menuju Kecamatan Babakan.
Tepatnya antara Desa Leuweunggajah Kecamatan Ciledug menuju Desa Sumber Kidul Kecamatan Babakan.
Jalan tersebut selain berfungsi sebagai Jalan Usaha Pertanian (JUP) nantinya juga sebagai fungsi jalur alternatif.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Mad Saleh mengungkapkan, jalan penghubung dua kecamatanmerupakan jalan ex rilban yang sudah diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, jalan tersebut akan sangat banyak manfaatnya jika dibenahi dan difungsikan secara maksimal. Selain sebagai jalur alternatif juga dapat berfungsi sebagai jalan usaha tani.
“Diharapkan jika jalan tersebut bisa dibenahi dan difungaikan, maka akan mengefesiensikan biaya pertanian para perani di dua kecamatan sehingga akan menambah kesejahteraan para petani. Dan karena anggaran banyak tercover untuk yang sama-sama menjadi skala prioritas, maka ini akan kita usulkan pada anggaran perubahan, mudah-mudahan bisa masuk dan direalisasikan di tahun ini,” katanya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post