KOTA CIREBON, (FC).- Mengingat kasus positif Covid-19 masih terus meningkat, penerapan protokol kesehatan (prokes) di sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon semakin diperketat.
Hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran atau penularan Covid-19 klaster dari pasar tradisional.
Dirut Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Syekurohman menjelaskan, kini pihaknya menambahkan tindakan preventif, yakni dengan pemasangan pembatas plastik pada lapak pedagang.
Diyakininya, hal ini akan mengurangi potensi penularan Covid-19 yang disebabkan oleh percikan dari mulut atau pernapasan yang biasa disebut dengan droplet.
“Prokes pasar tradisional di Kota Cirebon semakin ketat. Prokes yang diterapkan dengan memasang pagar pembatas plastik Dengan harapan pembeli dan pedagang aman bertransaksi. Kios dan los di sejumlah pasar tradisional telah terpasang plastik transparan. Pembatas jarak transaksi akan meminimalisir droplet karena interaksi pedagang dan pembeli,” terangnya kepada FC, Senin (1/2).
Dikatakannya, pasar tradisional memiliki potensi besar terhadap penyebaran Covid-19. Karena ditempat itu terjadi transaksi dan interaksi masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Kota Cirebon maupun luar kota.
“Kita tidak tahu, yang mengunjungi pasar itu kemungkinan ada yang terpapar Covid-19. Jadi untuk mencegah kami pasang plasik transparan,” tegasnya.
Pihaknya juga sudah mengerahkan petugas di pasar, untuk mengingatkan kepada pedagang dan pembeli untuk penerapan prokes.
Dengan mewajibkan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan) sebelum masuk ke pasar.
Pihaknya akan membawa ke puskesmas atau menghubungi PSC 119, jika mendapati ada yang sakit dengan gejala mirip COVID-19.
“Kamii juga menyiapkan sarana prokes untuk pengunjung pasar, seperti tempat cuci tangan di setiap sudut pasar dan masker yang bisa diminta ke petugas pasar,” imbuhnya.
Aminah, salah seorang pedagang sayur di Pasar Pagi mendukung upaya Perumda Pasar, terkait memperketat prokes ini.
Sebagai pedagang dirinya khawatir akan tertular Covid-19, tapi karena kebutuhan dia berjualan juga.
“Khawatir sih, tapi karena pihak pasar benar-benar melaksanakan prokes, kami rasa sudah cukup aman. Kami juga sedikit rewel dan mengingatkan kepada pembeli yang tidak memakai masker atau memakai masker tidak semestinya,” tandasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post