KAB. CIREBON, (FC).- Selama lahan pertanian di Cirebon tak alami masalah ataupun kendala maka kebutuhan karbohidrat atau stok beras dapat terpenuhi, bahkan dapat lebih dari cukup hanya untuk masyarakat Cirebon saja selama sepanjang 2021 mendatang.
Lahan yang dimaksud sendiri adalah total lahan yang tersebar diseluruh wilayah di Kabupaten Cirebon dengan total luas 46.000 hektar, dan dengan lahan seluas inilah kebutuhan beras masyarakat Cirebon dapat terpenuhi secara maksimal.
“Kalau lahan ini tidak mengalami kendala dengan intensitas hujan yang tak terlalu tinggi, dan lancar, lalu tidak terjadi kemarau,” ucap Kepala Bidang Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, Muhidin.
Meskipun, sambungnya, ada sedikit kendala di lapangan tetap kebuutuhan beras yang ada dengan lahan tersebut. Setidaknya, masih terdapat stok atau lebih dari bulog maupun dari hasil panen raya.
“memang, Gubernur kita Jawa Barat menyampaikan akan terjadi krisis pangan di wilayah Jawa Barat. Akan tetapi, kemungkinan besar Cirebon yang berada di nomor 2 setelah Indramayu stok beras kita Insya Allah aman,” ungkap Muhidin, pada FC.
Dirinya pun mengungkapkan alasan lahan 46.000 dapat mencukupi kebutuhan masyrakat Cirebon.
Angka penduduk kabupaten Cirebon berjumlah kurang lebih 2.180.741 jiwa, dapat mengkonsumsi beras dalam bentuk nasi sebanyak 630 ton perhari. Jumlah ini dikali 365 hari menjadi 229.950 ton beras dalam setahun.
Dan dalam sekali panen untuk 1 hektar kurang lebih 6 ton dikalikan 46.000 hektar 276.000 ton, maka hasil dalam 1 kali panen saja dapat menutupi kebutuhan masyarakat Ciirebon dalam 1 tahun. Namun, hal tersebut diluar masalah gagal panen.
Makanya, Muhidin berharap bahwa kegagalan panen ditahun 2021 nanti akan minim terjadi. Karena, memang kehidupan masyarakat Cirebon pun bergantung pada panen padi beras ini.
Muhidin juga menambahkan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon juga jamin stok bahan pangan pokok lainnya di tahun 2021 nanti.
Seperti, Gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, daging ayam ras, sapi, telur ayam ras, bawang putih dan merah, cabai besar dan rawit, dan beberapa bahan pokok lainnya.
“Insya Allah cukup bahan-bahan pokok lainnya yang dari luar daerah dapat tercukupi, karena memang, kebutuhan utama seperti telur di kita (Cirebon) ayam petelur belum ada, dan kebutuhan lainnya seperti daging, bawang merah dan putih, dan cabai besar dan rawit, baik untuk masyarakat maupun Hotel, restoran, dan kafe (HOREKA),” ujarnya.
Apalagi, lanjut Muhidin, kebutuhan utama rumah tangga lainnya diluar beras seperti minyak goreng yang sangat sering dicari oleh masyarakat, juga menjadi perhatian yang cukup serius. (Sarrah/Job/FC).















































































































Discussion about this post