MAJALENGKA,- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Pepep Saepul Hidayat menanggapi pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Kabupaten Majalengka, yang sudah diterapkan selama kurang lebih satu pekan ini.
Menurut Pepep, dalam proses pembelakuan PSBM tersebut, pemerintah daerah harus bisa menggandeng dan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum millenial.
“Dalam PSBM ini, perlu adanya sinergitas dengan seluruh elemen, terutama kaum millineal, serta membentuk volunteer-volunteer untuk penanganan. Selain penanganan, nantinya volunteer tersebut mampu mengedukasi masyarakat terkait seberapa bahayanya Covid-19 ini,” kata Pepep, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar di Gedung DPC PPP Kabupaten Majalengka, pada Senin (30/11).
Ditegaskan dia, point vital yang sangat penting ketika suatu daerah diterapkan lockdown, yakni harus bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di desa yang dilockdown tersebut.
“Untuk memenuhi kebutuhannya, maka harus membuat dapur umum di desa yang dikenakan lockdown itu, jangan sampai di abaikan,” katanya.
Dia menambahkan, adapun cara dalam membuat dapur umum tersebut, bisa dengan swadaya masyarakat, atau hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh volunteer ini.
“Ya, pembuatan dapur umum itu bisa saja dengan hasil patungan atau swadaya masyarakat setempat, karena terkait pangan itu hal yang vital,” tukasnya. (Ibin)















































































































Discussion about this post