KAB. CIREBON, (FC).- Dari awal hingga sampai dengan saat ini, sudah ada tujuh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Cirebon mengalami penutupan pelayanan sementara. Hal tersebut dikarenakan adanya tenaga kesehatan (Nakes) yang terpapar atau positif Covid-19.
“Awal itu puskesmas Losari, kemudian Sendang, Sedong, Kubangdeleg, kemarin Palimanan dan sekarang Kedawung serta Plumbon,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, Minggu (30/8).
Dikatakan Enny, jika kalau memang ada tenaga kesehatan yang positif pihaknya akan memberlakukan pemberhentian pelayanan selama tiga hari yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran.
“Kemudian untuk sarana dan prasarana kita lakukan penyemprotan desinfektan setiap pagi dan sore selama tiga hari secara terus menerus. Kemudian selama tiga hari itu juga kita lakukan tracing terhadap kontak erat dengan pasien yang terpapar atau positif Covid-19 itu,” kata Enny.
Baca Juga: Pelacakan Masif, Kasus Positif Covid-19 Kab. Cirebon Terus Naik
Sedangkan jumlah tenaga kesehatan yang terpapar atau positif Covid-19 diantaranya puskesmas Losari terdapat 1 tenaga kesehatan, Sedong 6 tenaga kesehatan, Palimanan 1 tenaga kesehatan, Sendang 1 tenaga kesehatan, Kedawung 1 tenaga kesehatan, Kubangdeleg 2 tenaga kesehatan, dan Plumbon 1 tenaga kesehatan.
Kemudian RSUD Arjawinangun 2 tenaga kesehatan, RSUD Waled 2 tenaga kesehatan, RS Permata 1 tenaga kesehatan.
“Kedepan, kita akan menjadwalkan setiap satu bulan sekali, tenaga kesehatan ini akan dilakukan swab test secara rutin. Yang bertujuan untuk melakukan pemantauan atau pengecekan terhadap tenaga kesehatan,” papar Enny.
Saat disinggung upaya apa untuk melakukan pemutusan penyebaran virus di tingkat tenaga kesehatan, pihaknya akan meminta kepada teman-teman puskesmas agar melengkapi alat pelindung diri (APD) minimalnya masker dan sarung tangan serta selalu jaga jarak.
“Persediaan APD insyaallah aman. Apalagi puskesmas sudah bisa meng-anggarkan belanja sendiri melalui BOK. Tapi tetap dari kita (Dinas Kesehatan) tetap mensuplai kebutuhan APD bagi tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit umum milik pemerintah,” ujarnya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post