KOTA CIREBON, (FC).- Harapan mulai terlihat bagi Lovanya, korban selamat dalam kecelakaan maut yang melibatkan truk pengangkut air mineral dengan sepeda motor di Jalan Raya Cirebon–Kuningan, kawasan Gronggong, Kabupaten Cirebon.
Setelah menjalani operasi amputasi kaki akibat cedera berat, kondisi korban yang kehilangan kedua orang tua dan adiknya dalam peristiwa tersebut kini dilaporkan terus berangsur membaik.
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Gunung Jati, dr. Karto Kenedy, mengatakan pasien masih menjalani perawatan intensif dengan fokus penanganan tidak hanya pada pemulihan fisik, tetapi juga kondisi psikologis akibat trauma mendalam yang dialaminya.
”Alhamdulillah, saat ini kondisinya membaik. Namun kami berharap kunjungan dibatasi karena pasien masih mengalami trauma dan baru selesai menjalani tindakan operasi,” ujar dr. Karto kepada awak media, Kamis (16/7).
Ia menjelaskan, seluruh biaya perawatan pasien telah ditanggung pemerintah. Saat ini pasien masih dirawat di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk menjalani pemantauan pascaoperasi sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Menurutnya, keputusan melakukan amputasi diambil berdasarkan pertimbangan medis setelah tim dokter menilai kondisi kaki korban sudah tidak dapat diselamatkan.
”Organ tubuhnya sudah tidak bisa diselamatkan. Jika dipertahankan justru berisiko menimbulkan infeksi maupun komplikasi lainnya, sehingga dokter memutuskan amputasi,” jelasnya.
Selain menangani luka fisik, rumah sakit juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi mental pasien. Kehilangan ayah, ibu, dan adik dalam satu peristiwa menjadi trauma berat yang membutuhkan pendampingan psikolog secara berkelanjutan.
”Yang kami tangani bukan hanya luka fisik, tetapi juga trauma psikologis. Anak ini kehilangan orang-orang yang paling dicintainya. Karena itu kami akan melakukan pendampingan bersama psikolog yang ada di rumah sakit,” katanya.
Dr. Karto memperkirakan pasien masih harus menjalani perawatan selama 7 hingga 10 hari, bergantung pada perkembangan kondisi kesehatannya.
Ia turut mengapresiasi dukungan yang diberikan keluarga, pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Kota Cirebon yang terus memberikan perhatian terhadap proses pemulihan pasien.
”Support dari pemerintah daerah sangat baik. Kehadiran Ibu Wali Kota bersama Dinas Pendidikan menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi pasien maupun keluarganya,” ujarnya.
Menurut dr. Karto, dukungan moral dari keluarga, lingkungan sekolah, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam membantu proses pemulihan pasien, terutama untuk memulihkan kondisi psikologisnya setelah kehilangan orang-orang terdekat.
”Kami tidak hanya berupaya memulihkan luka fisiknya, tetapi juga trauma psikologisnya. Anak ini kehilangan orang-orang terdekat yang sangat dicintainya, sehingga pendampingan psikolog menjadi bagian penting dalam proses pemulihannya,” tutupnya. (Agus)









































































































Discussion about this post