KAB.CIREBON, (FC).- Tingginya minat masyarakat terhadap SMP PGRI Babakan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, membuat sekolah swasta tersebut harus membatasi penerimaan siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Meski jumlah pendaftar meningkat, pihak sekolah terpaksa tidak dapat menerima seluruh calon peserta didik lantaran keterbatasan ruang kelas yang tersedia.
Kepala SMP PGRI Babakan, Heri Maulana, mengatakan pada tahun ini pihaknya berhasil membuka tujuh rombongan belajar (rombel). Namun, kapasitas ruang kelas yang terbatas membuat sebagian calon siswa harus diarahkan ke sekolah lain.
“Alhamdulillah tahun ini kami bisa membuka tujuh kelas. Tetapi karena ruang kelas terbatas, ada beberapa calon siswa yang belum bisa kami terima dan kami arahkan ke sekolah swasta lainnya,” ujar Heri, Kamis (16/7).
Menurut Heri, jumlah rombel di SMP PGRI Babakan dalam beberapa tahun terakhir relatif stabil, yakni berkisar antara enam hingga tujuh kelas. Namun, jumlah siswa dalam setiap kelas mengalami peningkatan.
“Tahun lalu rata-rata satu kelas berisi sekitar 36 siswa, sedangkan tahun ini meningkat menjadi 38 siswa per kelas,” katanya.
Ia menilai tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada status negeri maupun swasta.
Menurutnya, sekolah swasta juga mampu memberikan pelayanan pendidikan yang kompetitif.
“Kami mengajak masyarakat yang belum tertampung di sekolah negeri agar tidak ragu memilih sekolah swasta. Kami siap memberikan pelayanan pendidikan terbaik,” ungkapnya.
Selain fasilitas dan biaya pendidikan yang terjangkau, Heri menyebut prestasi ekstrakurikuler menjadi salah satu daya tarik SMP PGRI Babakan.
Salah satunya Paskibra yang tahun ini dipercaya mewakili Kabupaten Cirebon dalam lomba formasi tingkat Provinsi Jawa Barat di Subang pada September mendatang.
“Paskibra menjadi salah satu program unggulan kami. Ini menjadi kebanggaan karena bisa membawa nama Kabupaten Cirebon di tingkat provinsi,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, SMP PGRI Babakan juga berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sekolah tersebut tidak membebankan biaya uang gedung maupun SPP kepada peserta didik.
“Kami tidak memberlakukan uang gedung maupun SPP, sehingga bisa membantu meringankan beban orang tua siswa,” katanya.
Heri menambahkan, kualitas lulusan SMP PGRI Babakan juga terus menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah lulusan berhasil diterima di berbagai SMA dan SMK negeri favorit.
“Alhamdulillah tahun ini semakin banyak lulusan kami yang diterima di sekolah lanjutan favorit, termasuk SMKN 1 Mundu,” pungkasnya. (Nawawi)









































































































Discussion about this post