KUNINGAN, (FC).- PESIK Kuningan gagal meraih gelar juara Liga 4 Piala Presiden 2026 setelah takluk dari Pasuruan United dengan skor tipis 1-0 pada laga final, Sabtu (11/7).
Meski harus puas sebagai runner-up, keberhasilan menembus partai puncak sekaligus memastikan promosi ke Liga 3 musim depan tetap disambut sukacita masyarakat Kabupaten Kuningan.
Ratusan warga memadati kawasan Taman Kota Kuningan untuk menyaksikan perjuangan tim kebanggaan daerah melalui kegiatan nonton bareng (nobar) menggunakan layar videotron.
Sejak pertandingan dimulai, atmosfer dukungan terasa kuat dengan sorakan, tepuk tangan, dan doa yang terus mengiringi setiap langkah para pemain PESIK.
Kegiatan nobar tersebut digelar atas kolaborasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), PSSI, Askab PSSI Kuningan, serta sejumlah pihak pendukung lainnya.
Plt Kepala Disporapar Kabupaten Kuningan, Aris Susandi, mengatakan perjuangan PESIK hingga mencapai final merupakan capaian luar biasa bagi perkembangan sepak bola daerah.
“Keberhasilan PESIK Kuningan melaju hingga final merupakan pencapaian yang sangat membanggakan. Ini membuktikan sepak bola Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Pada laga final, PESIK harus mengakui keunggulan Pasuruan United melalui satu-satunya gol yang tercipta sepanjang pertandingan.
Namun, hasil tersebut tidak menghapus kebanggaan masyarakat terhadap perjuangan para pemain yang telah membawa nama Kuningan ke panggung nasional.
Kepastian tampil di Liga 3 musim depan menjadi pencapaian bersejarah bagi PESIK Kuningan. Tiket promosi tersebut menjadi modal penting untuk membangun prestasi sepak bola Kuningan di level yang lebih tinggi.
Antusiasme warga yang memadati Taman Kota Kuningan menunjukkan besarnya dukungan terhadap PESIK. Dukungan tersebut diharapkan terus menjadi energi bagi tim untuk memperkuat persiapan menghadapi kompetisi Liga 3 dan meraih prestasi yang lebih besar. (Angga)







































































































Discussion about this post