KAB.CIREBON, (FC).- Pencarian terhadap nelayan asal Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang hilang saat membersihkan perahu akhirnya membuahkan hasil.
Setelah tiga hari pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Minggu (12/7).
Korban diketahui bernama Muhamad Ali (22), warga Dusun II Blok Kebon Baru, Desa Citemu. Jenazah korban ditemukan Tim SAR gabungan sekitar pukul 10.35 WIB dalam kondisi mengapung dengan posisi tengkurap.
Lokasi penemuan korban berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal korban diduga hilang di kawasan muara Sungai Selo Penganten, Desa Citemu.
Tim SAR menduga korban terbawa arus dan gelombang laut hingga terseret ke arah perairan Waruduwur.
Anggota Tim SAR Gabungan, Faozan, mengatakan korban ditemukan setelah tim melakukan pencarian secara intensif bersama sejumlah unsur terkait.
“Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari titik awal hilang dengan posisi tengkurap. Diduga korban terseret arus dan gelombang laut,” ujar Faozan.
Sebelumnya, Muhamad Ali dilaporkan hilang pada Jumat (10/7) sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat kejadian, korban diketahui berangkat seorang diri dari Dermaga Sungai Selo Penganten untuk membersihkan jaring serta lambung perahunya.
Ketika berada di kawasan muara sungai, korban turun ke air dan berenang sambil membersihkan bagian bawah perahu.
Namun, kondisi cuaca yang memburuk disertai angin kencang membuat perahu korban hanyut terbawa arus hingga ke kawasan hutan mangrove.
Sejumlah barang milik korban seperti telepon genggam, pakaian, dan bekal makanan masih ditemukan berada di atas perahu. Perahu tersebut kemudian berhasil dievakuasi ke dermaga oleh ayah korban, Juana, bersama warga setempat.
Sementara itu, upaya pencarian awal dilakukan secara mandiri oleh masyarakat sebelum kemudian melibatkan Tim SAR gabungan dari berbagai unsur.
“Sejak laporan diterima, pencarian terus dilakukan bersama berbagai pihak hingga korban ditemukan pada Minggu pagi,” kata Faozan.
Usai dievakuasi, jenazah Muhamad Ali langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung. (Nawawi)







































































































Discussion about this post