MAJALENGKA, (FC).– Warga Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengambang di aliran Sungai Cimanuk, Kamis (9/7).
Saat ditemukan, jasad korban berada di pinggiran sungai, tertutup dedaunan kering, dengan kondisi sudah membengkak dan mulai melepuh.
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Ade saat berada di kebun di Blok Bengkok, Desa Pasindangan. Sekitar tengah hari, ia mencium bau busuk yang sangat menyengat dari arah sungai.
Karena penasaran, Ade menelusuri tepian sungai hingga akhirnya menemukan sesosok mayat dalam posisi telungkup yang hanya mengenakan celana pendek.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa, yang selanjutnya meneruskan laporan ke Polsek Jatitujuh.
Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Jatitujuh AKP Yayat Hidayat bersama anggota Polsek, Koramil, Satpol PP, dan Camat Jatitujuh langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Namun proses evakuasi sempat mengalami kendala karena lokasi penemuan berada di tebing yang curam dengan akses yang sulit dijangkau. Polisi kemudian meminta bantuan Tim SAR BPBD Kabupaten Majalengka.
Sekitar pukul 14.00 WIB, tim BPBD tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Setelah lebih dari satu jam, jasad korban berhasil dibawa ke tepi sungai. Selanjutnya, Tim Inafis Polres Majalengka bersama tim medis dari Puskesmas Panongan melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia di atas 30 tahun. Petugas tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum ditemukan.
Karena tidak ditemukan identitas pada tubuh korban dan dipastikan bukan warga Desa Pasindangan, jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Cideres untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Ahli Muda Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Majalengka, Rezza Permana, menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan yang curam serta kedalaman Sungai Cimanuk yang diperkirakan mencapai lima hingga sepuluh meter.
“Lokasi penemuan cukup sulit dijangkau. Evakuasi hanya bisa dilakukan menggunakan perahu karet dan membutuhkan waktu lebih dari satu jam hingga korban berhasil dibawa ke daratan,” ujar Rezza.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta menelusuri penyebab pasti kematiannya. Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau segera menghubungi pihak kepolisian. (Munadi)








































































































Discussion about this post