KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon mencatat tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga pertengahan Juni 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjalankan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, mengatakan hingga pekan ke-25 atau pertengahan Juni 2026 tercatat sebanyak 350 kasus DBD dengan satu kasus meninggal dunia.
Jumlah tersebut menurun cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 687 kasus dengan jumlah kematian yang juga tercatat satu orang.
“Kalau dibandingkan tahun lalu pada minggu yang sama, terjadi penurunan kasus yang cukup signifikan,” ujar Mona, Selasa (30/6).
Berdasarkan sebaran kasus, Kecamatan Plumbon menjadi wilayah dengan jumlah penderita terbanyak, yakni 42 kasus. Disusul Kecamatan Sumber sebanyak 29 kasus, Weru 23 kasus, Jamblang 22 kasus, dan Susukan 17 kasus. Sementara satu kasus kematian akibat DBD tercatat terjadi di Kecamatan Gegesik.
Meski angka kasus menurun, Mona mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Menurutnya, potensi peningkatan kasus masih dapat terjadi apabila upaya pencegahan tidak dilakukan secara konsisten.
Ia mengimbau masyarakat untuk rutin menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menghilangkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Mona menegaskan, pengendalian DBD tidak hanya mengandalkan pengasapan atau fogging. Dinkes lebih memprioritaskan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus karena dinilai lebih efektif memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Selain itu, Dinkes juga terus menggalakkan program Satu Rumah Satu Jumantik sebagai upaya meningkatkan peran masyarakat dalam memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan masing-masing.
“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Telur dan jentiknya tetap ada sehingga beberapa hari kemudian nyamuk bisa muncul kembali. Karena itu, PSN dan 3M Plus jauh lebih efektif karena menyasar telur dan jentik nyamuk,” jelasnya.
Dinkes berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama menekan penyebaran DBD, sehingga tren penurunan kasus dapat terus dipertahankan sepanjang tahun. (Ghofar)











































































































Discussion about this post