KOTA CIREBON, (FC).- Pemkot Cirebon ingin perayaan Hari Jadi Kota Cirebon ke-599 Tahun 2026 yang jatuh pada 17 Juni 2026 tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial pemerintah, melainkan benar-benar menjadi pesta warga yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Semangat itu terlihat dari konsep perayaan yang mengusung tema ‘Manunggal Winangun Caruban’ atau bersama membangun Cirebon.
Berbagai unsur masyarakat mulai dari seniman, budayawan, pelaku usaha, komunitas hingga instansi vertikal dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan, gagasan tersebut merupakan harapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon agar Hari Jadi Kota Cirebon menjadi milik seluruh masyarakat.
“Sejak tahun lalu, Pak Wali Kota dan Bu Wakil Wali Kota berharap Hari Jadi Cirebon bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh warga Kota Cirebon,” ujar Iing saat diwawancarai wartawan, Rabu (3/6).
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam penyelenggaraan Hari Jadi Kota Cirebon tahun ini.
Karena itu, susunan panitia tidak hanya berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).
“Kami ingin perayaan ini benar-benar menjadi milik bersama. Karena itu berbagai elemen masyarakat kami libatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan,” ucapnya.
Iing menjelaskan, rangkaian perayaan dibagi ke dalam dua pola kegiatan.
Pertama, agenda yang dipusatkan di kawasan Alun-alun Kejaksan sebagai lokasi utama berbagai kegiatan.
Kedua, kegiatan yang digelar di masing-masing kelurahan melalui Festival Kelurahan.
Melalui festival tersebut, setiap kelurahan diberikan ruang untuk menampilkan potensi terbaik yang dimiliki masyarakatnya, mulai dari kesenian, budaya, produk unggulan hingga kreativitas warga.
“Setiap kelurahan telah menyusun rencana kegiatan dan akan menampilkan berbagai potensi serta kreativitas masyarakat di wilayahnya masing-masing,” kata dia.
Selain kegiatan berbasis masyarakat, sejumlah agenda tradisional yang selama ini melekat dengan Hari Jadi Kota Cirebon tetap akan dilaksanakan.
Di antaranya rapat paripurna, prosesi macababat, hingga ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.
Persiapan berbagai kegiatan tersebut terus dimatangkan melalui rapat pimpinan yang dilakukan secara berkala agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Peringatan Hari Jadi ke-599 Kota Cirebon tahun ini juga memiliki nilai istimewa karena bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antarwilayah Perbatasan (Porsenitas) Kunci Bersama yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.
Dalam agenda tersebut, Kota Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah dan akan menerima kedatangan kepala daerah dari sejumlah kabupaten dan kota yang tergabung dalam kerja sama regional Kunci Bersama.
“Pada 23 Juni nanti Kota Cirebon menjadi tuan rumah Porsenitas Kunci Bersama. Para kepala daerah dari berbagai kabupaten dan kota akan hadir di sini,” katanya.
Daerah yang tergabung dalam kerja sama tersebut antara lain Kabupaten Cilacap, Brebes, Ciamis, Pangandaran dan sejumlah daerah lainnya.
Pusat kegiatan akan berlangsung di kawasan Alun-alun Kejaksan.
Tak hanya pertandingan olahraga, Porsenitas juga akan diisi pentas seni dan kreativitas dari 10 kabupaten dan kota peserta.
“Porsenitas menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon sehingga ada keterkaitan dan semangat yang sama untuk membangun kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Iing, penyelenggaraan dua agenda besar secara bersamaan akan menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kota Cirebon kepada para tamu yang datang.
Antusiasme masyarakat juga mulai terlihat dari banyaknya komunitas yang ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan.
Salah satunya komunitas pecinta burung yang akan menggelar lomba burung perkutut tingkat nasional.
“Banyak komunitas yang turut berpartisipasi. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Hari Jadi Kota Cirebon,” ucap Iing.
Selain itu, berbagai kegiatan seni, budaya, ekonomi kreatif hingga hiburan rakyat akan digelar selama masa perayaan berlangsung.
Iing mengungkapkan, rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon sebenarnya telah dimulai sejak akhir Mei 2026 dan akan terus berlangsung hingga Juli 2026.
“Kalau dilihat dari keseluruhan kalender kegiatan, rangkaian Hari Jadi Kota Cirebon sudah dimulai sejak akhir Mei dan akan terus berlanjut hingga Juli,” ucap dia.
Saat ini, Pemkot Cirebon juga masih membahas konsep malam puncak atau closing ceremony.
Salah satu opsi yang tengah dikaji ialah menggabungkan penutupan Hari Jadi Kota Cirebon dengan penutupan Porsenitas Kunci Bersama guna meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan.
Meski demikian, Iing menegaskan, penutupan tersebut hanya bersifat simbolis karena berbagai kegiatan masyarakat tetap berjalan sesuai jadwal yang telah disusun.
Melalui tema ‘Manunggal Winangun Caruban’, Pemkot Cirebon berharap Hari Jadi ke-599 menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat identitas budaya, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.
“Semangat yang ingin dibangun adalah kebersamaan. Dengan bersatu dan saling mendukung, kita bisa bersama-sama membangun Kota Cirebon yang lebih maju,” pungkasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post