KAB.CIREBON, (FC).- Ratusan alumni SMP Negeri Ciledug yang kini bernama SMP Negeri 1 Babakan berkumpul dalam reuni tiga angkatan, yakni lulusan tahun 1970, 1971, dan 1972, di salah satu rumah makan di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/6).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus mengenang perjalanan masa sekolah yang telah dilalui lebih dari lima dekade lalu.
Salah seorang alumni angkatan 1971, Rokhmin Dahuri, mengatakan reuni tidak sekadar menjadi sarana bernostalgia, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan serta saling memberikan inspirasi dan motivasi antarsesama alumni.
“Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga hubungan baik, saling membantu, menebarkan kebajikan, dan memberikan semangat hidup yang positif,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengenang masa-masa sekolah yang penuh keterbatasan. Berasal dari keluarga nelayan sederhana, ia mengaku pernah merasa minder saat menempuh pendidikan di SMP Negeri Ciledug.
Namun, berkat kerja keras, disiplin belajar, dan doa, dirinya mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
“Saya lahir dari keluarga nelayan dengan kondisi ekonomi yang sederhana. Tetapi saya percaya setiap manusia memiliki potensi yang sama untuk berkembang apabila mau berusaha dan memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Rokhmin juga mengisahkan perjuangan para pelajar pada era 1970-an yang harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju sekolah dengan fasilitas transportasi yang terbatas.
Menurutnya, para siswa saat itu mengandalkan sepeda, delman, oplet, bahkan menumpang kendaraan yang melintas apabila tidak mendapatkan angkutan umum.
“Dulu jarak dari rumah ke sekolah sekitar enam kilometer. Kalau tidak ada angkutan, kami sering menumpang truk pengangkut tebu atau kendaraan lain yang lewat. Itu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan,” kenangnya.
Pada kesempatan itu, Rokhmin turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Ia menilai kualitas guru menjadi faktor utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Menurutnya, guru-guru SMP Negeri Ciledug pada masanya memiliki dedikasi dan kompetensi yang sangat baik sehingga mampu memberikan fondasi pendidikan yang kuat bagi para siswanya.
“Dasar pendidikan yang saya peroleh saat SMP menjadi bekal penting hingga saya melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan berkarier sampai sekarang. Karena itu kualitas guru harus terus ditingkatkan,” katanya.
Selain peran tenaga pendidik, ia juga mengingatkan para pelajar agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak. Kemudahan akses informasi melalui perangkat digital harus digunakan untuk menunjang proses belajar, bukan sebaliknya.
“Guru harus terus meningkatkan kualitas, sementara siswa harus memiliki disiplin dan fokus belajar. Keduanya menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Reuni tiga angkatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang temu kangen, kegiatan itu juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan dunia pendidikan. (Nawawi)













































































































Discussion about this post