KAB.CIREBON, (FC).- Aktivitas mencurigakan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Wijaya Kusuma Nomor 45, Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, memicu kecurigaan warga.
Rumah yang dihuni empat pria pendatang itu diduga dijadikan lokasi produksi skincare ilegal berbahan berbahaya.
Salah seorang warga, Siti Aam, mengaku mulai menaruh curiga karena para penghuni rumah bersikap tertutup selama sekitar tiga bulan terakhir.
Selain jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar, rumah tersebut juga kerap didatangi paket dalam jumlah banyak setiap hari.
“Sudah sekitar tiga bulanan ngontrak di sini. Orang-orangnya tertutup dan jarang keluar rumah,” ujarnya, Kamis (21/5).
Menurutnya, aktivitas penghuni lebih banyak dilakukan di bagian belakang rumah dan hampir tidak pernah terlihat berbaur dengan warga sekitar.
“Kalau ada kegiatan biasanya di belakang rumah, sepi saja. Orangnya juga hampir tidak pernah keluar,” katanya.
Kecurigaan warga semakin menguat lantaran rumah tersebut rutin menerima kiriman paket dari jasa ekspedisi. Dalam sehari, kurir disebut bisa datang hingga beberapa kali.
“Sehari bisa dua sampai tiga kali paket datang,” ungkapnya.
Warga juga sempat melihat sejumlah kendaraan terparkir di depan rumah kontrakan itu. Namun saat ada pihak yang mencoba melakukan pengecekan, penghuni rumah disebut sulit ditemui.
“Sempat ada yang mengecek juga, tapi orangnya susah ditemui,” tambahnya.
Sebelumnya, Mabes Polri menggerebek tiga lokasi yang diduga menjadi pabrik kosmetik ilegal di wilayah Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.
Ketiga tempat tersebut diduga memproduksi kosmetik tanpa izin edar dan menggunakan bahan berbahaya seperti merkuri.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, lokasi pertama berada di Jalan Fatahillah Nomor 79, Kelurahan Perbutulan, Kecamatan Sumber yang diduga menjadi tempat transaksi pemilik akun penjualan online.
Lokasi kedua berada di Blok Bandongan RT 01 RW 07, Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber. Sedangkan lokasi ketiga berada di Jalan Wijaya Kusuma Nomor 45, Kelurahan Gegunung, yang sebelumnya telah lebih dulu dicurigai warga karena aktivitas penghuninya yang tertutup. (Johan)















































































































Discussion about this post