KOTA CIREBON, (FC).- Polemik antara penulis dan pegiat media sosial Ahmad Bahar dan ormas GRIB Jaya terkait konten di media sosial yang diduga menyinggung Ketua Umum GRIB Jaya Rosario De Marshall alias Hercules belum selesai.
Polemik yang juga diwarnai dugaan peretasan terhadap akun WhatsApp putri dari Ahmad Bahar itu pun kini berlanjut.
Meski telah berdamai dengan GRIB Jaya terkait dengan polemik konten di media sosial tersebut, Ahmad Bahar mengaku tak terima dengan perlakuan Hercules terhadap putrinya.
Ahmad Bahar mengaku baru mengetahui peristiwa yang dialami putrinya pada Senin (18/5) malam.
Ahmad Bahar penggerebekan dan perlakuan sejumlah anggota GRIB Jaya membawa anaknya dari rumah di Depok ke markas GRIB Jaya di Kedoya Jakarta Barat pada Minggu (17/5) sebagai bentuk penyanderaan dan intimidasi.
Putri Ahmad Bahar dibawa ke Markas GRIB Jaya untuk mengklarifikasi soal video yang diduga membuat Hercules murka.
Atas polemik tersebut, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Advokasi Publik PP Muhammadiyah mengundang rapat kepada Aliansi 40 Ormas Islam untuk konsolidasi melawan premanisme, pada Selasa (19/5), di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.
Isi undangan tersebut antara lain, sehubungan dengan adanya dugaan persekusi, premanisme, intimidasi dan pengambilan paksa warga negara di luar proses hukum diduga dilakukan oleh anggota Ormas GRIB, terhadap seorang warga negara bernama Ahmad Bahar beserta keluarga, yang sangat menciderai supremasi hukum dan demokrasi.
Maka mengundang LBH Ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi 40 Ormas Islam, untuk bersama-sama menyikapi peristiwa ini sebagai bagian dari gerakan da’wah amar ma’ruf nahi mungkar agar praktek praktek serupa tidak terjadi lagi kedepannya.
Ketua Pengurus Cabang Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Cirebon Raya Heru Subagia yang turut serta dalam rapat tersebut angkat bicara.
Dikatakannya, pihaknya telah memenuhi undangan Pengurus Pusat Muhammadiyah Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia yakni Busyro Muqoddas serta Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni.
Dalam pembicaraan yang berjalan lebih dari 2 jam, pihaknya diterima dengan baik. Pihaknya yang mencari keadilan dan keluarga dari Ahmad Bahar merasa mendapatkan dukungan dan simpati dari Keluarga Besar Muhammadiyah.
“Hari ini kita dan keluarga Ahmad Bahar mencari perlindungan hukum yang saat ini sangat susah didapatkan. Namun Muhamadiyah sebagai organisasi besar mampu memberikan perlindungan hukum tersebut,” jelasnya, Selasa malam (19/5).
Padahal kata Heru, yang dihadapi dalam masalah ini adalah bukan Ormas sembarangan, ketuanya adalah orang yang berpengaruh dan punya akses terhadap pemerintahan saat ini.
Dalam rapat tersebut, berbagai masukan dari Aliansi 40 Ormas Islam dikemukakan, bagaimana Keluarga Ahmad Bahar mencari keadilan hukum. Terhadap rumah Ahmad Bahar yang disatroni, putrinya Ahmad Bahar diculik dan tindakan intimidasi.
Adapun hasil rapat tersebut diantaranya adalah, PP Muhammadiyah bersama Aliansi 40 Ormas Islam siap melakukan pendampingan terhadap Keluarga Ahmad Bahar dalam menghadapi masalah hukum dengan Ormas GRIB.
“Kami juga mengapresiasi usaha dari Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni yang sukses mengkolaborasikan 40 Ormas Islam dan mengatur strategi dalam permasalahan hukum ini,” tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, mengungkapkan bahwa Ahmad Bahar telah mendatangi kantor PP Muhammadiyah untuk meminta pendampingan hukum.
Gufroni mengatakan pihaknya telah menerima langsung kedatangan Ahmad Bahar di kantor PP Muhammadiyah.
Dikatakan Gufroni, permintaan utama yang disampaikan Ahmad Bahar berkaitan dengan perlindungan dan pendampingan hukum atas persoalan yang sedang dihadapi.
“Memang hari ini pak Bahar sudah datang ke kantor PP Muhammadiyah dan sudah diterima staf kami di LBH AP PP Muhammadiyah,” ujar Gufroni, seperti dilansir dari Fajar.co.id Senin (18/5).
“Pada prinsipnya adalah beliau meminta pendampingan hukum atas kasus yang dialaminya,” tambahnya.
LBH AP PP Muhammadiyah disebut tidak akan bergerak sendiri dalam menangani perkara tersebut.
Gufroni menyebut pihaknya berencana menggelar pertemuan bersama sejumlah lembaga bantuan hukum dari berbagai organisasi Islam.
“Dan, oleh karenanya kami besok akan mengadakan pertemuan dengan mengundang perwakilan dari LBH dari 40 ormas Islam,” tukasnya.
Pertemuan itu, lanjut Gufroni, dilakukan untuk menentukan sikap bersama terhadap persoalan yang disebut cukup serius. “(Ini dilakukan) Untuk mengambil sikap atas persoalan yang dianggap serius ini,” Gufroni menuturkan.
Gufroni juga mengungkap alasan pihaknya ingin melibatkan banyak unsur organisasi dalam pendampingan hukum Ahmad Bahar.
Menurut dia, Rosario de Marshal alias Hercules, sosok yang dihadapi dalam perkara tersebut dianggap memiliki pengaruh besar.
“Nanti terkait dengan pendampingan hukum, memang rencananya akan melibatkan LBH dari Ormas Islam itu. Jadi tidak hanya dari LBH AP PP Muhammadiyah, karena mengingat orang yang kita hadapi ini memang dianggap punya pengaruh,” katanya.
Ia bahkan menyinggung adanya kedekatan dengan lingkar kekuasaan. “Terutama di kekuasaan,” imbuhnya. (Agus)















































































































Discussion about this post