KUNINGAN, (FC).- Kondisi jalan penghubung Desa Kertawangun, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, dengan Desa Babakan Jati, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, kembali dikeluhkan warga.
Kerusakan jalan yang terjadi bertahun-tahun dinilai menghambat aktivitas ekonomi hingga pelayanan publik masyarakat di wilayah perbatasan.
Keluhan tersebut disampaikan warga saat dialog bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ratnawati, di kawasan perbatasan Kuningan-Cirebon, Senin (18/5).
Dalam pertemuan itu, warga meminta pemerintah segera merealisasikan pembangunan jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat antarwilayah. Jalan rusak disebut berdampak terhadap distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan warga.
Ratnawati mengatakan akses jalan perbatasan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, menurut dia, pembangunan infrastruktur penghubung antar kabupaten perlu menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Kalau akses jalan bagus, aktivitas ekonomi masyarakat akan tumbuh dan pelayanan publik lebih mudah dijangkau,” ujarnya.
Ia mengaku akan mendorong usulan pembangunan jalan tersebut dalam pembahasan anggaran di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan sinkronisasi perencanaan agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
Dialog tersebut turut dihadiri Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kuningan, Lili Suherli, serta Anggota DPR RI Herman Khaeron bersama jajaran pengurus partai wilayah perbatasan.
Sementara itu, Lili Suherli menegaskan pihaknya siap mengawal aspirasi masyarakat hingga tingkat kabupaten maupun pusat.
Menurutnya, pembangunan jalan perbatasan tidak bisa terus ditunda karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Harapannya pembangunan jalan penghubung ini segera menjadi prioritas agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak lagi terkendala,” katanya.
Warga berharap hasil dialog tersebut tidak berhenti sebatas serapan aspirasi, melainkan berlanjut menjadi langkah konkret pembangunan infrastruktur yang selama ini dinantikan masyarakat perbatasan. (Angga)













































































































Discussion about this post