KAB.CIREBON, (FC).- Banjir menggenangi Jalur Pantura Kabupaten Cirebon di ruas Desa Pangenan hingga Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Selasa (19/5).
Akibatnya, ratusan kendaraan, terutama sepeda motor, terjebak dan arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang.
Genangan air setinggi sekitar 30 hingga 50 sentimeter membuat kendaraan roda empat hanya bisa melintas secara perlahan. Sementara sebagian besar pengendara roda dua memilih berhenti di tepi jalan sambil menunggu air surut.
Banjir mulai merendam jalur utama Pantura sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Luapan air diduga berasal dari irigasi anak Sungai Singaraja yang berada di sepanjang kawasan tersebut.
Petugas pengamanan di lokasi, Yayat, mengatakan posisi badan jalan yang lebih rendah dibanding saluran irigasi membuat air dengan mudah meluap ke jalan raya saat debit meningkat.
“Air meluap dari irigasi anak Sungai Singaraja. Karena posisi jalan lebih rendah, air langsung masuk dan menggenangi jalur Pantura,” ujarnya.
Menurutnya, kendaraan roda empat masih dapat melintas meski harus ekstra hati-hati. Namun banyak sepeda motor yang memaksakan diri menerobos banjir justru mogok di tengah genangan.
“Banyak motor yang nekat lewat akhirnya mogok dan terjebak di lokasi banjir,” katanya.
Untuk mengurangi kepadatan kendaraan, sejumlah pengendara diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Babakan–Karangsembung maupun Pabuaran–Sindanglaut.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih menutupi sebagian ruas Jalur Pantura Pangenan dan arus lalu lintas terpantau tersendat. Belum diketahui kapan banjir akan sepenuhnya surut. (Nawawi)














































































































Discussion about this post