KUNINGAN, (FC).- Fakultas Hukum Universitas Kuningan (UNIKU) menghadirkan Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Irjen Pol Asep Guntur Rahayu, dalam kuliah umum yang digelar di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I UNIKU, Jumat (8/5).
Dalam kuliah umum tersebut, Asep Guntur membawakan materi bertema Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan itu menjadi bagian dari edukasi antikorupsi kepada kalangan akademisi dan generasi muda agar memiliki kesadaran membangun budaya integritas sejak dini.
Dekan Fakultas Hukum UNIKU, Prof Suwari Akhmaddhian, menegaskan kualitas pendidikan tidak akan terwujud tanpa pengelolaan anggaran yang bersih dari praktik korupsi.
“Ketika anggaran tidak dikorupsi, maka pendidikan akan berkualitas dan mampu mendorong kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ketua MGMP Kabupaten Kuningan, Peri Pirdaus, turut mengapresiasi penyelenggaraan kuliah umum tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan trisula pemberantasan korupsi yang meliputi pendidikan, pencegahan dan penindakan.
Sementara itu, Rektor UNIKU, Anna Fitri Hindriana, mengatakan pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi seluruh elemen masyarakat.
“Momentum ini sangat relevan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional. Semoga menjadi pengingat bagi kita semua untuk menolak budaya koruptif,” katanya.
Kuliah umum tersebut dibuka langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Dalam sambutannya, ia menilai penguatan budaya integritas harus dimulai dari lingkungan pendidikan.
“Ekonomi yang kuat tidak akan tercapai tanpa hukum yang baik dan budaya integritas yang dibangun sejak dini,” tuturnya.
Ia berharap mahasiswa mampu menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pencegahan korupsi.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan civitas akademika UNIKU yang memadati Gedung Student Center selama acara berlangsung. (Angga)









































































































Discussion about this post