KOTA CIREBON, (FC).- Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog secara nasional tahun ini mencapai 5 juta ton per April 2026. Stok ini dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga April 2027.
Keberhasilan menghimpun CBP ini membuat pemerintah optimistis tidak melakukan impor beras pada 2026, setelah sebelumnya melakukan impor besar-besaran pada 2023–2024.
Untuk Cirebon sendiri, Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon menguasai stok beras yang tersimpan di gudangnya mencapai 158.703 ton.
Menurut Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi, capaian stok beras nasional tersebut menjadi bukti keberhasilan Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.
“stok beras di gudang Bulog di seluruh wilayah Indonesia saat ini memang betul mencapai 5 juta ton. Ini menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan di Indonesia, sekaligus merupakan stok beras tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka,” ujarnya, Jumat (24/4).
Menurutnya, tingginya stok beras di gudang Bulog Cirebon ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam mendukung tercapainya swasembada pangan, serta menjadi kelanjutan dari pencapaian pada periode sebelumnya.
“Stok beras yang tinggi ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak agar tercapainya swasembada pangan yang maksimal,” ucapnya.
Dengan cadangan yang kuat, kata Imam, Bulog Cirebon tidak hanya berperan sebagai stabilisator harga, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional.
Stok beras tersebut dinilai sebagai instrumen strategis untuk meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung berbagai program pemerintah, termasuk bantuan pangan.
“Beras-beras tersebut saat ini telah menjadi stok yang merata di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Cirebon,” katanya.
Lebih lanjut, Imam berharap pencapaian ini menjadi energi baru bagi seluruh insan Bulog Cirebon untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat peran strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
“Harapannya pasti menjadi energi baru bagi seluruh insan Bulog Cirebon untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat peran strategis seperti kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.
Di tengah kondisi global yang kurang kondusif dan berpotensi memicu kenaikan harga pangan, Imam menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan beras, khususnya di wilayah Cirebon, dipastikan dalam kondisi melimpah.
“Kita semua paham bahwa kondisi global saat ini sedang tidak baik yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan. Namun di Indonesia, khususnya di wilayah kerja Cabang Cirebon, pangan pokok beras dalam kondisi melimpah. Untuk itu saya imbau masyarakat tidak perlu khawatir. Beras Bulog Cirebon siap digunakan sepenuhnya sesuai ketentuan pemerintah dalam program SPHP dan bantuan pangan,” pungkasnya. (Agus)










































































































Discussion about this post