MAJALENGKA, (FC).- Anggota Komisi VIII DPR RI, KH. Maman Imanulhaq meminta pemerintah menghentikan sementara wacana penerapan war ticket haji dan mengalihkan fokus pada percepatan antrean keberangkatan bagi jemaah lanjut usia (lansia).
Menurut Maman, munculnya wacana baru soal war ticket haji dinilai tidak tepat karena berpotensi memicu kebingungan publik di tengah persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang telah memasuki tahap krusial.
“Kita sedang memasuki fase penting persiapan haji. Semua pihak seharusnya fokus pada kesiapan layanan jemaah, bukan justru memunculkan wacana yang menimbulkan polemik baru,” kata Maman, Rabu (15/4).
Ia menilai, kebijakan tersebut berisiko memunculkan persepsi ketidakadilan dalam sistem antrean haji nasional yang selama ini berjalan dengan mekanisme ketat dan transparan.
Maman menegaskan persoalan utama yang harus segera dibenahi pemerintah bukanlah soal skema baru keberangkatan, melainkan panjangnya antrean calon jemaah haji terutama bagi kelompok lansia yang telah menunggu bertahun-tahun.
“Banyak jemaah lansia yang sudah terlalu lama menunggu, bahkan ada yang wafat sebelum sempat berangkat. Ini persoalan nyata yang harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Politikus PKB yang akrab disapa Kiai Maman itu mendesak pemerintah memperkuat kebijakan afirmatif untuk lansia melalui penambahan kuota khusus secara proporsional, optimalisasi skema prioritas berbasis usia dan masa tunggu, serta pembenahan sistem verifikasi agar tepat sasaran.
Tak hanya itu, ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem antrean haji nasional agar lebih adaptif, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
“Kebijakan haji bukan hanya soal teknis keberangkatan, tapi menyangkut keadilan sosial dan pelayanan ibadah. Negara harus hadir memastikan mereka yang paling membutuhkan mendapat prioritas,” katanya. (Munadi)












































































































Discussion about this post