KUNINGAN, (FC).- Kepadatan arus balik Lebaran H+3 mulai terasa di jalur utama Kabupaten Kuningan menuju Cirebon. Waktu tempuh yang biasanya relatif singkat kini membengkak hingga mencapai tiga jam akibat tingginya volume kendaraan, Selasa (24/3).
Kondisi tersebut terpantau di jalur utara yang menjadi akses utama pemudik. Sejak pagi hingga siang hari, kendaraan terlihat merayap dengan antrean panjang di sejumlah titik.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, H. Mochamad Nurdijanto, mengungkapkan bahwa arus balik tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Iya, arus balik meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu. Ini karena masyarakat serentak kembali untuk masuk kerja,” ujarnya saat ditemui di sela pemantauan arus balik di kawasan Tugu Ikan Sampora.
Ia menyebutkan, kepadatan tersebut berdampak langsung pada lamanya waktu tempuh perjalanan. Bahkan, ia merasakan sendiri kondisi tersebut saat melakukan pemantauan di lapangan.
“Sekarang saja dari Kuningan ke Cirebon kurang lebih tiga jam. Kondisinya merayap, padat,” ungkapnya.
Untuk mengurai kepadatan, Dinas Perhubungan Kuningan bersama kepolisian, BPBD, dan unsur terkait lainnya melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan. Pemasangan separator di persimpangan juga dilakukan guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Selain itu, pemerintah turut menyediakan alternatif transportasi bagi masyarakat yang hendak kembali ke kota tujuan. Melalui fasilitasi dari kementerian, disiapkan tujuh unit bus tujuan Jakarta dengan kapasitas sekitar 50 penumpang per unit.
“Bus ini diprioritaskan untuk masyarakat Kuningan yang akan kembali ke kota. Totalnya sekitar 350 penumpang dan diberangkatkan serentak,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan arus balik, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak membawa muatan berlebih yang dapat memperparah kepadatan.
Berdasarkan data petugas lapangan, arus kendaraan selama periode mudik H-4 hingga H-1 tercatat mencapai 103.953 unit, dengan rincian kendaraan masuk sebanyak 56.538 unit dan keluar 47.415 unit.
Puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau 19 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai 28.394 unit dalam sehari. Sementara itu, pada masa arus balik 23 Maret 2026, kendaraan keluar mendominasi sebanyak 33.987 unit dari total 53.596 kendaraan.
Kepadatan tertinggi bahkan tercatat pada pukul 10.15 hingga 10.30 WIB dengan volume mencapai 1.666 kendaraan dalam 15 menit, menandakan tingginya intensitas pergerakan masyarakat pada puncak arus balik Lebaran tahun ini. (Angga)

















































































































Discussion about this post